Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ahok Bebas 24 Januari 2019? Ini Penjelasan Kemenkumham

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diisukan akan keluar dari penjara pada 24 Januari 2019.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 11 Desember 2018  |  09:12 WIB
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengenakan ikat kepala merah putih - Instagram@basukibtp
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengenakan ikat kepala merah putih - Instagram@basukibtp

Bisnis com, JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikabarkan  keluar dari penjara pada 24 Januari 2019.

Hal itu terjadi setelah terdengar kabar bahwa Ahok akan mendapat potongan masa tahanan atau remisi pada Natal 2018.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto membenarkan rencana remisi yang akan diberikan kepada terdakwa kasus penistaan agama yang kini mendekam di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

"Diperkirakan seperti itu [Ahok bebas 24 Januari 2019]," ujarnya ketika dikonfirmasi, Senin (10/12/2018).

Meski demikian, Ade mengatakan saat ini rencana jadwal bebas Ahok belum resmi. Pasalnya, dia harus menunggu Surat Keputusan Menkumham yang masih diproses.

SK tersebut akan dikeluarkan tepat pada Hari Natal yaitu 25 Desember 2018. Sebelumnya Ahok sudah mendapatkan remisi Natal pada tahun 2017 selama 15 hari dan remisi pada 17 Agustus 2018 selama 2 bulan.

"Total remisi yang didapat adalah 3 bulan 15 hari," lanjutnya.

Ahok divonis 2 tahun penjara pada 9 Mei 2017 karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Setelah pembacaan vonis, Ahok langsung ditahan di Mako Brimob, Depok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ahok basuki tjahaja purnama
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top