Amankan Reuni Alumni 212, Polda Metro Jaya Siapkan Tim Operasi Gabungan

Pihak kepolisian menyatakan telah menerima surat pemberitahuan terkait agenda reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang akan berlangsung di Monas, Jakarta Pusat pada Minggu (2/12/2018).
Aziz Rahardyan | 27 November 2018 19:27 WIB
Personel kepolisian melakukan apel persiapan pengamanan aksi 212 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/2). - Antara/Hafidz Mubarak A.

Bisnis.com, JAKARTA —  Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menyatakan telah menerima surat pemberitahuan terkait agenda reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang akan berlangsung di Monas, Jakarta Pusat pada Minggu (2/12/2018).

Dengan diterimanya surat tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengungkapkan pihak kepolisian siap mengamankan acara tersebut bersama tim operasi gabungan Direktorat Sabhara, Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam), Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas), Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pam Obvit), serta dibantu Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Tetapi Argo belum bisa menyatakan jumlah personel secara pasti yang akan diterjunkan untuk mengamankan acara tersebut.

"Tentunya kita dari pihak kepolisian pada prinsipnya akan mengamankan aksi, nanti Biro Operasi yang akan perkirakan berapa jumlah personel," ujar Argo pada Selasa (27/11/2018).

Argo pun menyatakan pihak kepolisian tidak mempermasalahkan pengamanan acara reuni PA 212 walaupun acara tersebut akan berlangsung bersamaan dengan acara lain di waktu yang sama. Yaitu Car Free Day (CFD) yang digelar rutin, serta acara Maulid Nabi di Masjid Istiqlal yang rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

"Semuanya kita amankan seperti biasa, tidak ada masalah," jelas Argo.

Kini pihak kepolisian sedang dalam proses menganalisis jumlah massa yang akan menghadiri acara tersebut. Nantinya pihak kepolisian akan mengumumkan hasil koordinasi Biro Operasi dan tim gabungan, serta rekayasa lalu lintas yang akan digunakan demi kelancaran dan keamanan bersama.

"Seperti petugas kepolisian lalu lintas apakah ada rekayasa lalu lintas, atau nanti ada buka-tutup, atau nanti ada penutupan jalan, atau kontra flow, nanti lalu lintas yang akan memperkirakan setalah mendapat rencana operasi dari Biro Operasi," jelas Argo.

Tag : AKSI 212
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top