Kapal Penangkap Cumi Teknologi Pelat Datar Diuji coba

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melakukan uji coba terhadap kapal penangkap cumi berteknologi Pelat Datar.
Dika Irawan | 21 November 2018 06:10 WIB
Kapal penangkap cumi berteknologi pelat datar - Dok.Kemenristekdikti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melakukan uji coba terhadap kapal penangkap cumi berteknologi pelat datar.

Menristekdikti Mohamad Nasir bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berkesempatan melaut di pesisir pantai Paku Haji Tangerang (20/11/2018), dalam rangka pengujian tersebut.

Menristekdikti dan Ketua KPK merasa puas dengan hasil uji coba kapal penangkap cumi teknologi pelat datar ini. Uji coba berlangsung lancar di bawah cuaca cerah berawan di wilayah pesisir pantai Paku Haji. Waktu tempuh uji coba kapal dari muara ke Pulau Untung Jawa pulang pergi sekitar 90 menit dengan kecepatan maksimal 10 knot.

Ke depannya Nasir berharap kapal-kapal ini dapat diproduksi massal dan dapat digunakan secara luas oleh nelayan Indonesia, sehingga dapat meningkatkan daya saing para nelayan dan memperkuat sektor maritim Indonesia.

Teknologi kapal pelat datar merupakan produk hasil dari riset, pengembangan dan inovasi, serta rekayasa desain dari Universitas Indonesia (UI) untuk memberikan alternatif kapal nelayan.

Kapal penangkap cumi teknologi pelat datar diproduksi oleh PT. Juragan Kapal Indonesia, perusahaan startup yang bergerak di bidang produksi perkapalan, dibawah binaan Kemenristekdikti dan berkolaborasi dengan jurusan Teknik Perkapalan UI.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Jumain Appe menjelaskan bahwa pengujian kapal penangkap cumi ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan dari kapal untuk bermanuver dengan kecepatan tertentu dan efisiensi bahan bakar.

"Secara teknologi kapal pelat datar ini sudah memenuhi beberapa kriteria yang sudah dimutakhirkan. Dengan upgrade kapal yang saat ini menjadi dalam kesatuan tiga lambung kapal, maka kapal ini sudah teruji dari segi manuver dalam kecepatan rendah maupun tinggi dan efisien penggunaan bahan bakar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/11/2018).

Adi Lingson, CEO PT Juragan Kapal, menyebut beberapa keunggulan dari kapal penangkap cuma teknologi pelat datar. Adapun keunggulannya antara lain sisi material yang lebih baik karena berbahan baja, umur pakai yang lebih lama, ramah lingkungan, 30% tenaga lebih cepat dari kapal biasa berbahan fiber, dan lebih efisien bahan bakar.

"Kapal penangkap cumi dengan teknologi pelat datar ini memiliki beberapa keunggulan dari kapal lain, seperti bahan terbuat dari baja akan lebih tahan lama dan ramah lingkungan, lalu umur pakai kapal yang lebih lama dari kapal jenis fiber, tenaga kapal 30% karena bentuk lambung bawah seperti sayap yang dapat menimbulkan dynamic lift, dan irit bahan bakar," ujar Lingson.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kapal, kemenristekdikti

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top