Balas Pernyataan Jokowi, Sandiaga: Waspada Genderuwo Ekonomi

Calon wakil presiden Sandiaga Salahudin Uno meminta pemerintah mewaspadai genderuwo ekonomi.
Feni Freycinetia Fitriani | 10 November 2018 13:31 WIB
Sandiaga Uno - Instagram@sandiuno

Bisnis.com, JAKARTA - Calon wakil presiden Sandiaga Salahudin Uno meminta pemerintah mewaspadai genderuwo ekonomi.

Sosok genderuwo yang dimaksud yaitu genderuwo ekonomi rente, pangan dan genderuwo yang membuat ekonomi negeri ini lemah dan tidak mandiri.

“Saya tidak ingin berkomentar yang negatif tapi mungkin yang dimaksud pak presiden itu politisi atau politik genderuwo itu yang berkaitan dengan ekonomi rente, mafia ekonomi, mafia pangan atau mafia lainnya sebagai genderuwo nya ekonomi," katanya seperti dikutip dalam siaran pers, Sabtu (10/11/2018).

Dia mengatakan hal tersebut menggerogoti ekonomi Indonesia sehingga lemah, tidak mandiri dan tergantung terhadap faktor eksternal.

Menurutnya, genderuwo ekonomi ini memang harus dienyahkan, baik sebagai operator ekonomi dan politisi yang ada di belakangnya. Pasalnya, genderuwo ekonomi ini yang membuat harga- harga melangit, lapangan pekerjaan semakin sulit didapat.

“Saya sependapt dengan Pak Jokowi, genderuwo ekonomi ini menjadi musuh bersama. Kita patahkan political genderuwo ekonomi dengan para politisi yang mendukungnya. Ini peringatan dari presiden,” ujarnya.

Sandi menambahkan ciri-ciri genderuwo, tidak terlihat tapi menakutkan dan merusak. Genderuwo senang berada di ruang gelap. Menurut Sandi, dirinya dan Prabowo fokus pada perbaikan ekonomi Indonesia di tahun 2019 dengan penciptaan dan ketersediaan lapangan kerja serta harga-harga bahan kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau.

“Kita ingin ekonomi yang sehat, transparan, tidak ada ruang gelap. Supaya para genderuwo kabur,” kata mantan Wagub DKI Jakarta tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyindir aksi para politikus yang gemar menyebar propaganda menakutkan yang disebutnya sebagai politik genderuwo.

Di hadapan 3.000 penerima sertifikat di Kabupaten Tegal, Jokowi mengemukakan bahwa saat ini banyak politikus yang sering melontarkan pernyataan-pernyataan yang menakutkan.

Menurutnya, cara berpolitik semacam itu bukanlah berpolitik yang beretika. Pasalnya, masyarakat digiring ke arah ketidakpastian dan ketakutan sehingga terkesan kondisi Indonesia mencekam.

Tag : jokowi, Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top