Sandi Bantah Bagi-Bagi Buku Prabowo Sebagai Politik Uang

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menolak jika bagi-bagi buku Paradoks Indonesia yang ditulis Calon Presiden Prabowo Subianto adalah politik uang.
Jaffry Prabu Prakoso | 01 November 2018 23:59 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menari bersama penari Topeng Ireng saat berkunjung ke Temanggung, Jawa Tengah, Senin (24/9/2018). - ANTARA/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menolak jika bagi-bagi buku Paradoks Indonesia yang ditulis Calon Presiden Prabowo Subianto adalah politik uang.

Sandi mengatakan bahwa tidak heran masyarakat ingin mendapatkan karya Prabowo karena menggambarkan potret yang sangat nyata bagi Indonesia.

“Dan [buku] ditulis dengan bahasa yang renyah dan bahasa yang bisa dimengerti oleh masyarakat,” katanya di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Sandi menjelaskan bahwa Paradoks Indonesia selalu dipesan dan dibeli masyarakat untuk mengetahui isi pemikiran Prabowo setiap kali Ketua Umum Partai Gerindra ini melakukan kampanye.

“Itu dicatat oleh timnya pak Prabowo. Jadi bukan pembagian di luar yang ditetapkan oleh KPU dan Bawaslu,” ucapnya.

Pagi ini Prabowo melakukan safari politiknya di Ponorogo, Jawa Timur. Di sana, dia kesal karena ibu-ibu berebut buku Paradoks Indonesia yang dibagikan tim Prabowo-Sandi.

Sementara itu Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf menilai pemberian ini masuk kategori politik uang sehingga harus diusut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sandiaga uno, Pilpres 2019

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top