Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi: Jumlah TKA di Indonesia Tak Sampai 1%

Presiden Joko Widodo menegaskan rasio Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara lain di dunia.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 30 Oktober 2018  |  12:11 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) dan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono (kanan) saat pembukaan Indonesia Palm Oil Conference 2018 and 2019 Price Outlook (IPOC 2018) di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10/2018). - ANTARA/Fikri Yusuf
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) dan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono (kanan) saat pembukaan Indonesia Palm Oil Conference 2018 and 2019 Price Outlook (IPOC 2018) di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10/2018). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menegaskan rasio Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara lain di dunia.

Presiden Jokowi mengemukakan isu-isu soal TKA menjadi komoditas politik untuk menyerangnya dalam Tahun Politik. Bahkan, derasnya arus modal dari China yang masuk ke Indonesia menyebar menjadi hoaks di media sosial.

"Katanya ada 10 juta tenaga kerja dari Tiongkok yang membanjiri Indonesia. Mana? Isu-isu seperti ini banyak dipercayai. Kalau enggak saya terangkan berulang-ulang dipikir sebuah kebenaran," katanya dalam Kongres XX Tahun 2018 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) di Jakarta, Senin (30/10/2018).

Kepala Negara menerangkan jumlah TKA di Indonesia masih berkisar di angka 80.000 orang atau hanya 0,03% dari total jumlah penduduk Indonesia. Khusus untuk China, jumlah TKA di Indonesia kurang lebih 24.000 orang.

Sebaliknya, Jokowi mencatat jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Negeri Panda mencapai 80.000 orang.

"Negara-negara lain juga menerima TKA dalam rangka memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di negaranya. Kita lihat kita enggak ada 1% TKA  di Indonesia," ujarnya.

Presiden mencontohkan rasio TKA di Uni Emirat Arab (UEA) yang mencapai 80%, Arab Saudi 33%, Brunei Darussalam 32%, Singapura 24%, dan Malaysia 5%.

"Indonesia [TKA] 0,03%, 1% aja tidak ada kok diramein. Jutaan dari mana? Ngitungnya kapan?" tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi tka
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top