Ini Kata Tsamara dan Faldo Soal Kebutuhan Milenial

Dalam acara MilenialFest 2018, politisi Partai Amanat Nasional Faldo Maldini dan politisi Partai Solidaritas Indonesia, Tsamara Amany sependapat untuk mendorong industri dan pembukaan lapangan kerja untuk milenial.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 28 Oktober 2018  |  22:52 WIB
Ini Kata Tsamara dan Faldo Soal Kebutuhan Milenial
Politisi PDIP Maruarar Sirait, Politisi PSI Tsamara Amany, dan Politisi PAN Faldo Maldini (kanan) dalam MilenialFest 2018 di Djakarta Theater, Minggu (28/10 - 2018).

Bisnis.com, JAKARTA — Dalam acara MilenialFest 2018, politisi Partai Amanat Nasional Faldo Maldini dan politisi Partai Solidaritas Indonesia, Tsamara Amany sependapat untuk mendorong industri dan pembukaan lapangan kerja untuk milenial.

Pada sesi diskusi terkait Milenial dan Politik, Tsamara memandang bahwa masalah utama yang harus dilalui milenial adalah pekerjaan.

"Masalah utama kerja, kerja, kerja," ujar Tsamara di Djakarta Theater, Thamrin, Minggu (28/10/2018).

Dia berpendapat bahwa industri yang perlu lebih dikembangkan ke depan oleh milenial adalah industri kreatif.

"Milenial harus bisa bekerja sebagai negara industri kreatif," terang Tsamara.

Agak berbeda dari Tsamara, politisi muda PAN Faldo Maldini justru menilai permasalahan milenial pada umumnya adalah lapangan pekerjaan.

"Kita perlu mendorong Indonesia sebagai negara industri. Dengan industrialisasi maka akan terbuka lebih banyak lapangan pekerjaan," terang Faldo.

Faldo berpesan kepada milenial untuk menjadi pengawas yang aktif atas para politisi. Dia meminta para milenial melatih diri lebih kritis.

"Jadi jangan sampai saya dan Tsamara ini dibiarkan saja. Harus terus diskusi saya malah senang," tutur Faldo.

Dengan demikian, Faldo berharap agar anak muda di Indonesia lebih banyak yang bisa mengisi parlemen.

"Kita harus dorong anak muda lebih banyak masuk DPR. Harus banyak orang-orang baik yang masuk ke DPR," terang Faldo.

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ini mengaku tidak menyangka melalui proses lebih cepat di dunia politik. Padahal awal mulanya Faldo saat masih di UI dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang vokal.

Sementara itu Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait menyebut ada dua hal yang harus dilalui oleh milenial jika hendak berpolitik yakni tekanan dan godaan.

"Ada orang yang tahan godaan tetapi tidak tahan tekanan. Ada juga yang tahan tekanan tetapi belum tentu tahan tekanan," tuturnya.

Maruarar mengambil contoh, bagi orang yang masuk parlemen berjuang menolak suap juga sama sulitnya dengan berpolitik dari luar dengan demonstrasi. 

Dia hanya berpendapat politik dari luar melalui aksi massa bagus untuk melatih idealisme. Maruarar pun berpesan agar anak muda tidak lagi apatis pada Pemilu mendatang.

"Milenial harus cerdas karena memilih nasib pemimpin itu ada di tangan mereka," papar Maruarar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumpah pemuda

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top