Survei LSI: Debat di Kampus Bisa Kembalikan Sentimen Positif Prabowo-Sandi

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ikrama Masloman mengatakan bahwa pasangan Prabowo-Sandiaga Uno memiliki kesempatan menaikan sentimen positif apabila usulan debat di kampus terealisasikan.
Muhammad Ridwan | 23 Oktober 2018 22:43 WIB
Calon Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan capres Prabowo Subianto di sela-sela pengambilan undian nomor urut untuk Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus hoax Ratna Sarumpaet membuat sentimen negatif pasangan Prabowo-Sandiaga meningkat dan menurunkan elektabilitasnya.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ikrama Masloman mengatakan bahwa pasangan Prabowo-Sandiaga Uno memiliki kesempatan menaikan sentimen positif apabila usulan debat di kampus terealisasikan.

"[Debat di kampus] bisa menjadi peluang sebagaimana Pak Prabowo-Sandiaga mampu mengkapitalisasi isu yang sensitif terhadap kelompok terpelajar misalnya debat di kampus, ekspor kebijakan ekonomi, program konkret ekonomi itu mungkin salah satu program untuk mendongkrak kembali keterpilihan di segmen terpelajar atau pendidikan tinggi," ujarnya di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Selain itu, pasangan Prabowo-Sandi masih memiliki cara lain untuk mengambil hati kalangan pemilih terpelajar, dengan cara tetap fokus pada isu ekonomi.

Menurutnya, hal itu bisa berdampak langsung terhadap konsentrasi masyarakat. Inilah yang bisa dimanfaatkan pasangan nomor urut 02 untuk mengembalikan citra mereka di kalangan terpelajar.

Menurutnya. pasangan no urut 02 ini perlu memiliki program dan tak hanya mengeksploitasi sentimen, apakah agama melalui Ijtima'. "Apalagi dengan terpaan hoaks, tentu mengurangi kepercayaan publik terhadap strong leadership pasangan calon," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus hoax Ratna Sarumpaet berimbas pada turunnya elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi dari kalangan pemilih terpelajar dan ekonomi mapan. Sebaliknya, peningkatan suara malah terjadi pada pasangan calon Jokowi-Ma’ruf Amin.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top