AS Tuduh Seorang Wanita Rusia Bersekongkol Pengaruhi Pemilu

Amerika menuduh seorang wanita Rusia bersekongkol untuk ikut campur dalam pemilu 2016 dan 2018.
M. Richard | 20 Oktober 2018 12:59 WIB
Ilustrasi: Bendera AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Amerika menuduh seorang wanita Rusia bersekongkol untuk ikut campur dalam pemilu 2016 dan 2018.

Hal tersebut merupakan tuntutan pidana pertama terkait dengan pemilihan tengah semester kongres bulan depan.

Departemen Kehakiman mengatakan Elena Alekseevna Khusyaynova dari St. Petersburg, Rusia, diduga menjabat sebagai kepala akuntan untuk operasi yang dikenal sebagai "Proyek Lakhta," 

Departemen mengidentifikasikan operasi itu sebagai "usaha payung Rusia yang didanai oleh oligarki Rusia, Yevgeniy Viktorovich Prigozhin dan dua perusahaan yang dia kendalikan, Concord Management and Consulting LLC, dan Concord Catering.

Adapun, langkah ini dilakukan saat penegak hukum dan badan intelijen AS memperingatkan Amerika tentang upaya berkelanjutan oleh Rusia, China, dan aktor asing lainnya untuk ikut campur dalam pemilihan jangka menengah 2018 dan pemilihan presiden tahun 2020.

Tuduhan berpusat pada konspirasi yang mencakup pembuatan ribuan media sosial dan akun email yang tampaknya dijalankan oleh orang-orang AS sebagai bagian dari operasi para konspirator sebagai "peperangan informasi terhadap Amerika."

"Dokumen keuangan yang dia kuasai termasuk pengeluaran rinci untuk kegiatan di Amerika Serikat, seperti pengeluaran untuk aktivis, iklan di platform media sosial, pendaftaran nama domain, pembelian server proxy, dan promosi posting berita di jejaring sosial," kata Departement Kehakiman, dikutip dari laman Bloomber, Sabtu (20/10/2018).

Keluhan ini memerinci cara dan upaya propaganda Rusia berusaha untuk merendahkan lawan-lawan Trump, termasuk para anggota terkemuka partai Republik.

Pengarsipan ini menyoroti skrip yang ditulis pada 2017 oleh penyelenggara Rusia untuk digunakan dalam kampanye media sosial di AS. 

Salah satu naskah merekomendasikan bahwa Senator John McCain harus digambarkan sebagai "seorang kakek tua dan sejak lama menjadi anggota sebuah panti jompo. "

Sementara itu Ketua DPR Amerika Paul Ryan, digambarkan sebagai "seorang yang tidak lengkap, tidak mutlak dan tidak mampu melakukan ketegasan apa pun.

Menurut pejabat yang mendokumentasikan arsip tersebut, Khusyaynova masih berkeliaran di Rusia. 

Dalam pernyataan terpisah, Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan bahwa pemilihan akan terus menjadi target utama.

"AS tidak akan mentolerir campur tangan dalam proses demokrasi kami dan DHS siap untuk membela pemilihan kami," ujar pernyataan tersebut.

Departemen Kehakiman mengatakan konspirasi memiliki anggaran operasi yang diusulkan lebih dari $35 juta.

Aksi tersangka tidak hanya dirancang untuk menyebarkan ketidakpercayaan terhadap kandidat untuk kantor politik AS dan sistem politik AS, tetapi juga untuk mamanipulasi dengan menghalangi fungsi sah lembaga pemerintah.

Tag : as, rusia, Donald Trump
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top