Kritik 4 Tahun Jokowi, Timses Tuding Sandi Cari Perhatian dan Sensasi Publik

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengomentari 4 tahun masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang genap pada hari ini, Sabtu, 20 Oktober 2018.
Muhammad Ridwan | 20 Oktober 2018 13:47 WIB
Abdul Kadir Karding (kiri),Abdul Kadir Karding, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf. - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengomentari 4 tahun masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang genap pada hari ini, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Kritik Sandi dinilai Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai ada udang di balik batu. 

Sandi menyoroti dua permasalahan yang ada pada masa kepemimpinan Joko Widodo, pertama, harga bahan pokok yang naik dinilai memberatkan ekonomi.

Kedua, Sandi menyoroti lapangan pekerjaan yang sulit didapat oleh masyarakat, ia mengaku mendapat keluhan dari kalangan usia muda.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan bahwa komentar yang dilontarkan Sandiaga Uno tidak berdasarkan fakta yang ada.

Menurutnya Sandiaga tidak memiliki data yang menyeluruh, sehingga saat dilakukan pengecekan di lapangan, hal yang dikomentari Sandiaga Uno tidak terbukti.

“Mungkin Pak Sandi baru kali ini turun ke bawah. Biasanya makan di restoran, jadi pikirannya itu aja. Nanti mau nyalon ini aja, pura-pura blusukan itu,” ujar Karding kepada wartawan, Sabtu (20/10/2018).

Karding juga menanggapi soal lapangan pekerjaan yang menjadi sorotan Sandi. Karding menuturkan bahwa menurut data angka penuntasan pengangguran setiap tahunnya meningkat.

“Ditambah dengan beberapa lapangan pekerjaan baru, misalnya dengan (usaha) online, itu banyak juga yang tidak tercatat di daftar usaha, terutama di usaha online pribadi yang tidak didaftarkan, tapi itu jumlahnya cukup banyak. Misalnya, dagang hijab online, dan sebagainya,” jelasnya. 

Karding berbalik melemparkan kritik kepada pasangan Prabowo Subianto tersebut. “Jadi sebenarnya, sekali lagi, data Pak Sandi selama ini selalu lemah, dan menurut saya ini cari perhatian dan sensasi publik saja,” pungkasnya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top