Indonesia Menyiapkan Bali Declaration Dukung Pelestarian Lingkungan Laut

Diperkirakan akan hadir 300-400 peserta dari 108 berbagai negara pada pertemuan IGR-4.
Yanuarius Viodeogo | 09 Oktober 2018 00:48 WIB
IGR-4 ini bertujuan untuk menyatukan komitmen bersama antarnegara dalam melindungi dan melestarikan lingkungan laut dari dampak negatif berbasis daratan. - ANTARA /Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia bakal menjadi tuan rumah The Fourth Intergovernmental Review on Global Programme of Action for the Protection of the Marine Environment from Land-Base Activities (IGR-4 GPA), yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 31 Oktober hingga 1 November 2018.

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Karliansyah mengatakan dalam IGR-4 ini bertujuan untuk menyatukan komitmen bersama antarnegara dalam melindungi dan melestarikan lingkungan laut dari dampak negatif berbasis daratan.

“Ada tiga agenda utama yaitu, review pelaksanaan GPA periode 2012-2017 sebagai mandat Manila Declaration. Kedua, kebijakan masa depan GPA periode 2018-2022, dan ketiga adalah program kerja GPA periode 2018-2022 yang dilaksanakan melalui coordination office. Hasil kesepakatan dituangkan dalam dokumen Bali Declaration,” kata Karliansyah dari siaran pers KLHK, Senin (8/10/2018).

Duta Besar Indonesia untuk Kenya sekaligus Wakil Tetap RI untuk UNEP (United Nations Environment Programme) dan UN-Habitat Suharjono Sastro Miharjo mengatakan, peserta IGR-4 nanti terdiri dari perwakilan negara-negara anggota PBB, perwakilan badan-badan terkait PBB, perwakilan lembaga non-pemerintah, sektor swasta diakreditasi UN Environment Assembly, secretariat UN Environment, dan pakar lingkungan.

“Diperkirakan akan hadir 300-400 peserta dari 108 berbagai negara pada pertemuan IGR-4,” kata Suharjono.

Tag : lingkungan hidup
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top