Patung Jokowi di NTT Dianggap Bisa Mengangkat Branding Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu membenarkan rencana masyarakat di wilayah tapal batas atau cross border Kabupaten Belu membuat patung Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menurut Marius, kehadiran patung tersebut berguna untuk mengangkat branding pariwisata.
Newswire | 08 Oktober 2018 15:18 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi yang rusak akibat gempa di kawasan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu membenarkan rencana masyarakat di wilayah tapal batas atau cross border Kabupaten Belu membuat patung Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menurut Marius, kehadiran patung tersebut berguna untuk mengangkat branding pariwisata.

"Karena sosok Pak Jokowi ini banyak dikagumi oleh masyarakat NTT, bahkan Timor Leste. Jadi dengan adanya patung beliau, destinasi wisata akan laris," kata Marius kepada Tempo saat dihubungi pada Senin (8/10/2018).

Marius mengatakan ide awal membangun patung itu diungkapkan pemerintah kabupaten setempat kepada Menteri Arief Yahya saat Festifal Fulan Fehan pada Sabtu, 6 Oktober 2018. Ketika itu Arief menyetujui rencana pembangunan patung.

Marius mengatakan patung itu akan dibangun di bawah pohon asam yang kini memiliki nama Pohon Asam Jokowi. Pada 2014 lalu, Jokowi pernah menghampiri para ibu dan bapak yang sedang duduk-duduk di sana. Saat itu Jokowi sedang memantau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.

Semenjak kehadiran Jokowi, masyarakat membuat prasasti sederhana di dekat pohon asam dari susunan batu. Kini, tempat itu pun menjadi destinasi unggulan. Dalam sehari, kata Marius, ada 50-70 tamu wisatawan bersambang.

"Ada yang datang dari Timor Leste, dari Australia," katanya. Tempat tersebut pun saat ini disahkan menjadi salah satu destinasi wisata digital. Selain karena pernah disambangi Jokowi, spotnya yang berupa bukit juga menjadi tempat terbaik di Belu untuk menyaksikan matahari tenggelam. Dari atas bukit itu, kata Marius, wisatawan dapat menyaksikan Kota Timor Leste dari ketinggian.

Adapun kehadiran patung Jokowi diprediksi akan menaikkan angka kunjungan wisatawan. "Karena banyak orang mau berfoto pastinya," ucapnya.

Marius mengatakan patung Jokowi akan dirancang sederhana. Masyarakat setempat, ujar dia, telah bersepakat membuat rancangan patung yang kecil dengan bahan viber. Sedangkan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata mengatakan patung itu akan dibuat berbentuk manekin dari plastik seperti yang ada di bandar-bandar udara.

Soal pendanaan, Mairus mengatakan Dinas Pariwisata Belu akan menghitung anggarannya lebih dulu. "Lalu Pemkab Belu akan mengusulkan ke Kemenpar dengan rekomendasi dinas provinsi," ujarnya.

Saat ini, wilayah PLBN Motaain dilalui oleh rata-rata 250 orang setiap hari. Kebanyakan orang datang dari Timor Leste atau Australia menuju Timor Barat atau sebaliknya. Dalam perjalanan, kira-kira 20 persen orang akan mampir di bukit tempat pohon asam Jokowi bernaung untuk berswafoto.

Sumber : Tempo.co

Tag : jokowi
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top