Oktober 2018, Kemendikbud Gelar Festival Seni Pertunjukan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar Festival Seni Pertunjukkan 2018 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta yang akan berlangsung selama bulan Oktober 2018.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 05 Oktober 2018 08:29 WIB
Sepasang penari mementaskan Tari Jaran Goyang di Desa Kemiran, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (10 Januari 2016). - Antara /Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar Festival Seni Pertunjukan 2018 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta yang akan berlangsung selama bulan Oktober 2018.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberi ruang pada keragaman (kebhinekaan) melalui penyelenggaraan festival, konser atau pekan seni yang bersifat selebrasi dari kesenian yang sudah dibina oleh pemerintah daerah.

“Harapannya atas strategi kebudayaan pada bidang kesenian ini, minimal memberikan ruang kreativitas seni untuk terus tumbuh dan berkembang,” kata Direktur Kesenian, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud, Restu Gunawan seperti yang Bisnis kutip dari keterangan resmi Kemendikbud, Jumat (5/10/2018).

Restu juga mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penguatan pendidikan karakter berbasis seni musik, tari, dan teater.

Kegiatan budaya Kemendikbud ini terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan, mulai dari penelitian, kurasi karya, lokakarya, hingga pelaksanaan Festival Seni Pertunjukan (musik, tari, dan teater) yang  diselenggarakan secara beruntun selama bulan Oktober 2018.

Pada minggu pertama Oktober 2018, digelar seni tari anak Indonesia di Istana Anak-anak Indonesia TMII, diikuti 27 komunitas dari berbagai provinsi.

Selanjutnya, pada minggu kedua, digelar Pekan Teater Nasional, berlangsung pada 6-15 Oktober 2018, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), diikuti oleh 16 komunitas teater dengan berbasis penelitan.

Kemudian pada tanggal 25-27 Oktober, digelar Konser Karawitan Anak Indonesia, di Graha Bhakti Budaya ,TIM, diikuti 31 komunitas karawitan atau musik tradisional.

Restu Gunawan berharap pada Festival Seni Pertunjukan tersebut ide-ide, kreativitas, dan aktivitas seni dapat terus berkembang.

“[Jadi] seluruh ekosistem kesenian terutama para pelaku, peneliti, kurator, akademisi, pembina kesenian, pemerintah daerah secara aktif dan efektif mendorong perkembangan strategi seni-budaya yang berkesinambungan,” ungkapnya

Acara ini juga menerapkan sistem open call, di mana sistem tersebut adalah sebuah sistem kurasi yang meminimalkan subyektivitas kedekatan pertemanan atau nepotisme.

Tak lupa, Restu juga menyampaikan bahwa ekspresi seni, baik sebagai manifestasi personal maupun realisasi nilai kolektif adalah bentuk-bentuk pemberdayaan masyarakat kesenian untuk menunjukkan bahwa kreasi seni secara dinamis selalu melakukan penyesuaian dan transformasi pengalaman individu di tengah perubahan sosial.

“Ekspresi seni itu harus diinkulturasikan sejak dini, sejak masa anak-anak. Maka untuk itulah dua dari tiga Festival Seni Pertunjukan ini yaitu Gelar Tari Anak Indonesia dan Konser Karawitan Anak Indonesia, dikhususkan sebagai usaha membangun jatidiri dan karakter bangsa sejak masa anak anak,” tandasnya.

Tag : kemendikbud, seni budaya
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top