Gempa Palu-Donggala, Sekitar 61.000 Warga Mengungsi

Bencana alam gempa bumi dan tsunami telah menyebabkan kerusakan rumah warga, akibatnya, puluhan ribu warga kini mengungsi.
Muhammad Ridwan | 02 Oktober 2018 16:31 WIB
Foto udara kawasan tanah bergerak (likuifaksi) yang terjadi akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 SR pada 28 September 2018 di Palu Selatan, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Bencana alam gempa bumi dan tsunami telah menyebabkan kerusakan rumah warga, akibatnya, puluhan ribu warga kini mengungsi.

Sebanyak 61.867 warga mengungsi yang tersebar di 109 titik lokasi pengungsian, jumlah setiap titik pengungsian diperkirakan antara 13 sampai dengan 10.068 orang.

“Kita masih melakukan pendataan untuk jumlah korban dan jumlah rumah yang rusak. Para pengungsi tersebar di 109 titik, seperti Makorem, GOR Siranindi, halaman perkantoran, dan sebagainya,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Sutopo Purwo Nugroho, di kantor BNPB, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Sutopo menjelaskan, masih terdapat kebutuhan mendesak bagi para pengungsi, di antaranya adalah kebutuhan tenaga medis, sanitasi, air bersih.

Untuk kebutuhan logistik, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mengirimkan pasokan dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU dan melalui jalur darat.

“Logistik yang ada di Gudang Bandara Palu mulai didistribusikan kepada pengungsi,bantuan dari jalur darat dikawal oleh TNI dan Polri,” jelasnya.

Meski demikian, Sutopo menuturkan bahwa pelayanan pengungsi dinilai sudah semakin membaik jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Tag : bnpb, Gempa Palu
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top