Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Ada Batasan Maksimal Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye Pilpres

Peserta pemilihan presiden tidak memiliki batasan berapa jumlah maksimal penerimaan dan pengeluaran dana kampanye yang harus dicatat.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 28 September 2018  |  16:05 WIB
Tak Ada Batasan Maksimal Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye Pilpres
Calon Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan capres Prabowo Subianto di sela-sela pengambilan undian nomor urut untuk Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Peserta pemilihan presiden tidak memiliki batasan berapa jumlah maksimal penerimaan dan pengeluaran dana kampanye yang harus dicatat.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan bahwa undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu tidak mengatur batasan tersebut.

“Yang diatur adalah besarnya sumbangan kampanye baik dari perseorangan maupun korporasi. Dengan begitu kita tidak mengatur besaran kampanye. Yang kita atur sumber dr perseorangan atau korporasi,” kata Wahyu di ruangannya, Jumat (28/9/2018).

UU 7 tahun 2017 pasal 327 menerangkan bahwa maksimal sumbangan dana kampanye dari perseorangan maksimal Rp2,5 miliar. Sementara, sumbangan dari kelompok, perusahaan, atau badan usaha nonpemerintah tidak boleh melebihi Rp25 miliar.

Di sisi lain Wahyu menjelaskan bahwa metode kampanye dengan pertemuan tatap muka dan terbatas dibuka seluas-luasnya.

“Kecuali debat capres cawapres untuk pilpres, iklan kampanye, rapat umum, itu kita batasi,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dana kampanye Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top