Elektabilitas Jokowi Menguat, Demokrat Yakin Prabowo Menang

Meski dukungangan Yenny Wahid kepada pasangan capres Jokowi-Ma’ruf Amin kian mengukuhkan elektabilitas petahana presiden, namun Partai Demokrat tetap yakin jika pada hari pemungutan suara masyarakat akan lebih memilih Prabowo-Sandi.
John Andhi Oktaveri | 27 September 2018 15:57 WIB
Pasangan calon Presiden Joko Widodo-Maruf Amin (kanan) berbincang dengan pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di sela-sela pengambilan nomor urut untuk Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Meski dukungangan Yenny Wahid kepada pasangan capres Jokowi-Ma’ruf Amin kian mengukuhkan elektabilitas petahana presiden, namun Partai Demokrat tetap yakin jika pada hari pemungutan suara masyarakat akan lebih memilih Prabowo-Sandi.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan tidak ada masalah bagi pihak Prabowo-Sandi dengan bergabungnya Yenny ke petahana. Sebab, dia yakin, Yenny maupun rakyat Indonesia pada umumnya hanya memiliki satu suara sah di TPS.

“Tidak ada masalah, itu hanya dukungan yang biasa saja. Suaranyakan dihitung satu, Yeni dengan rakyat satu di depan TPS,” kata Ferdinand kepada wartawan, Kamis (27/9/2018).

Dia mengatakan bahwa biar saja elite mendukung Jokowi. Akan tetapi rakyat mendukung Prabowo,” ujarnya.

Sebelumnya, Yenny yang dianggap merepresentasikan keluarga mantan Presiden Gus Dur sudah lama bungkam dan menolak berkomentar jika ditanya mendukung paslon mana di Pilpres 2019. Tapi, pada Rabu (26/9/2018), dia secara resmi mewakili keluarga memutuskan mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Sebelum menyampaikan dukungannya, Yenny terlebih dulu membacakan narasi tentang latar belakang keluarganya dan situasi sosial politik negeri ini. Dia juga menyampaikan sejumlah alasan yang melatarbelakangi pilihan politiknya dan Konsorsium Kader Gus Dur.

Dalam deklarasinya, Yenny mengatakan mencari pemimpin yang tidak berjarak dengan masyarakat, mau bekerja dan berpikir untuk masyarakat serta bersikap apa adanya.

Sebelumnya, putri Presiden ke-4 RI bernama lengkap  Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid itu meminta waktu untuk memutuskan pilihan politiknya.

Yenny mengatakan keputusan politik ini diambil meski di kubu Jokowi ada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang sebelumnya berseteru dengan dirinya.

“Saya tidak pernah mendasari keputusan-keputusan saya atas dasar pertimbangan apakah ada Cak Imin atau tidak. Jadi, nggak ada hubungannya,” kata Yenny.

 

Tag : partai demokrat, Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top