OJK: Aset Perbankan Riau Turun 6,85%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau menyatakan nilai aset perbankan yang ada di daerah itu pada Juni 2018 mengalami penurunan sebesar 6,85% bila dibandingkan posisi Desember 2017 lalu.
Arif Gunawan | 17 September 2018 22:59 WIB
Transkasi penukaran uang rupiah di sebuah money changer di Jakarta, Selasa (4/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com,  PEKANBARU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau menyatakan nilai aset perbankan di provinsi tersebut pada Juni 2018 menurun 6,85% dibandingkan dengan posisi Desember 2017 lalu.

Kepala OJK Riau Yusri mengatakan secara umum terjadi pelemahan nilai aset perbankan yang ada di Riau, termasuk juga angka dana pihak ketiga dan penyaluran kredit.
 
"Dari data Juni 2018 dibandingkan Desember 2017, nilai aset perbankan Riau turun 6,85% yaitu senilai Rp127,7 triliun dari posisi sebelumnya Rp137,2 triliun," katanya saat peresmian Kantor OJK Riau di Pekanbaru, Senin (17/9/2018).
 
Yusri menyebutkan pelemahan sektor perbankan itu juga terlihat dari penurunan angka penyaluran kredit atau pembiayaan, yaitu turun sebesar Rp63 miliar dari posisi Desember 2017 yang mencapai Rp61,5 triliun.
 
Meski demikian untuk angka dana pihak ketiga yaitu giro, deposito, dan tabungan mengalami kenaikan tipis sebesar 1,16% dari sebelumnya Rp74 triliun pada Desember 2017 menjadi Rp75 triliun per akhir Juni 2018.
 
Untuk angka kredit macet atau non performing loan perbankan Riau, masih dalam batas aman yaitu di posisi 3,32%.
 
"Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak di industri jasa keuangan, pemda, dan stakeholder terkait untuk bersama-sama mendorong peningkatan ekonomi Riau kedepan, ditambah dengan semangat baru dari kantor baru ini," katanya.

Tag : perbankan, riau, ojk
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top