Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bahasa Daerah Mulai Punah, Ini Siasat Antisipasinya

Predikat Indonesia sebagai negara yang kaya akan bahasa dan budaya kian meluntur seiring dengan musnahnya bahasa-bahasa daerah.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 06 September 2018  |  00:46 WIB
Ilustrasi bahasa daerah - Antara
Ilustrasi bahasa daerah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA Predikat Indonesia sebagai negara yang kaya akan bahasa dan budaya kian meluntur seiring dengan musnahnya bahasa-bahasa daerah.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Budaya Kemendikbud telah memetakan 71 bahasa berdasarkan vitalitas atau daya hidupnya.

Hasilnya, 11 bahasa dikategorikan punah, 4 bahasa berstatus kritis, 19 bahasa dikategorikan terancam punah, 2 bahasa mengalami kemunduran, 16 bahasa dalam kondisi stabil, dan 19 bahasa dalam kondisi aman.

Kajian vitalitas ini tidak mencakup daerah-daerah terpencil di Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Maluku Utara.

Merujuk hasil kajian tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Dadang Sunendar mengatakan pihaknya segera mengambil langkah tegas dengan melakukan perlindungan terhadap sejumlah bahasa yang terancam punah.

Dia mengemukakan perlindungan bahasa dapat dilakukan dengan dua cara yaitu konservasi atau revitalisasi.

"Jika bahasa tersebut termasuk kategori punah, apakah cukup dilakukan dokumentasi saja melalui konservasi atau perlu dilakukan konservasi sekaligus revitalisasi jika bahasa tersebut berkategori hampir punah atau terancam punah," kata Dadang kepada Bisnis.com pada Selasa (4/9/2018).

Dadang menuturkan kajian vitalitas bahasa itu dilakukan pada rentang waktu 2011 hingga 2017. Selain memetakan vitalitas bahasa, Kemendikbud menjelaskan saat ini terdapat 652 bahasa daerah.

Angka yang dikeluarkan Kemendikbud berbeda dengan angka yang dikeluarkan Summer Institute of Linguistics, satu badan bahasa internasional. Menurut Dadang, perbedaan angka terjadi karena metodologi yang dipakai kedua lembaga tersebut berbeda.

Summer Institute of Linguistics menyebut jumlah bahasa daerah di Indonesia saat ini 719 bahasa dan 707 di antaranya masih aktif dituturkan. Artinya, 12 bahasa daerah telah punah.

Punahnya bahasa daerah di Tanah Air mendapat perhatian dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut JK, salah satu penyebab musnahnya bahasa daerah karena perkawinan silang antarsuku.

Perkawinan antarsuku membuat bahasa yang digunakan di rumah menjadi satu bahasa agar sepaham yaitu bahasa Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahasa daerah
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top