Ibima Sasar Pengembangan SDM Sektor Industri

Dunia usaha sektor manufaktur sangat membutuhkan suasana kepastian iklim bekerja, kenyamanan bekerja, dan kepastian berkelanjutan bekerja.
Mia Chitra Dinisari | 02 September 2018 08:07 WIB

Kabar24.com, JAKARTA -  Dunia usaha sektor manufaktur sangat membutuhkan suasana kepastian iklim bekerja, kenyamanan bekerja, dan kepastian berkelanjutan bekerja.

“Jika terjadi gangguan dari tiga hal tersebut, maka roda bisnis manufaktur bisa tidak lancar,” kata Presiden Direktur Industry & Business Institute of Management (IBIMA) Ir. Made Dana Tangkas, MSi., IPU., saat peluncuran IBIMA seperti dikutip dari siaran persnya.  

Dia menjelaskan karena alasan itulah IBIMA dibentuk dari kolaborasi, konsorsium dan dukungan berbagai pihak seperti pelaku pendidikan, bisnis dan industri, pembuat kebijakan, komunitas dan asosiasi. Mereka antara lain TP Rachmat (Triputra Group), Ary Ginanjar Agustian (ESQ), dan I Made Dana Tangkas (Institut Otomotif Indonesia/IOI)

Menurut Tangkas, banyak investor manufaktur menilai kondisi di Indonesia tidak ramah lagi seperti era tahun 80-an, dimana investasi di sektor manufaktur tidak begitu sulit untuk dibangun. Kini, banyak industri manufaktur yang mulai merelokasi industrinya dari Indonesia ke negara tetangga seperti Vietnam, Thailand dan Myarmar.

"Investor manufaktur menilai Indonesia sudah tidak ramah lagi. Hampir setiap tahun selalu demo buruh soal kenaikan upah,"  tutur Made Dana Tangkas.

Tangkas menambahkan, saat ini Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Philipina.

“Karena itu IBAMA hadir untuk mendukung program pengembangaan SDM dalam rangka vokasi/sertifikasi/teaching factory (Tempat Uji Kompetensi) dalam memasuki industri 4.0, serta meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan per kapita (Gross Domestic Product/GDP),” tegas Made Dana Tangkas.

Ia menjelaskan, IBIMA merupakan sebuah lembaga pelatihan, pendidikan dan konsultan untuk membangun the best Indonesia Industry dan Business Way dengan produktivitas dan daya saing berkelas dunia. "Institusi ini merupakan oksigen, katalisator dan dinamisator untuk membangun the best Indonesia Industry dan Business Way serta meningkatkan kinerja bisnis dan industri manufaktur Indonesia yang berkelas dunia," katanya.

IBIMA dengan text line “Membangun Industri Berdikari dan Sejahtera” bertujuan untuk berperan aktif dalam tiga misi utama yakni penguatan paradigma kesirausahaan – mind set & entrepreneurship, peningkatan kompetensi dan budaya industri, dan mengembangkan kepemimpinan yang kokoh. 

"Visi IBIMA adalah menjadikan institusi mandiri non-partisan yang mampu memberdayakan insan bisnis dan industri menuju industri nasional yang berdikari dan sejahtera. “Dengan demikian, IBIMA mengambil peran strategis dalam rangka Peningkatan GDP melalui kontribusi sektor industri dalam konteks pembangunan nasional menuju Indonesia hebat tahun 2035,” paparnya.

Dengan menggalang kekuatan dari para praktisi industri dan bisnis, para akademisi, birokrasi, tenaga ahli khusus bidang industri baik dari dalam maupun luar negeri, Tangkas optimis, Indonesia Emas dan Industri Berdikari dan Sejahtera bisa segera terwujud.

Sejatinya, kata Tangkas, institusi ini dibentuk dalam konteks pembangungan nasional dengan misi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bisnis nasional melalui penguatan industri menuju industri berdikari dan sejahtera. Tentu saja hal ini dalam rangka mendorong percepatan pertumbuhan dan penguatan perekonomian nasional yang berbasis SDA dan SDM lokal.

Lingkup kiprah atau kegiatan IBIMA antara lain menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan lean industry bagi pelaku industri dan bisnis – IKM-UKM. Memberikan bimbingan atau pendampingan dalam penerapan Lean Industry, serta menyediakan program konsultasi Lean Industry System (sistem industri manufaktur) dengan menerapkan lean sistem industri/manufaktur.

Kemudian, mengembangkan model unggulan lean industry system, mengembangkan model unggulan teaching factory, mengembangkan model unggulan pendidikan vokasi industri, melakukan pengkaderan tenaga pelatihan lean industry secara nasional.

Selain itu, menyiapkan skema sertifikasi tenaga ahli lean industry, menyelenggarakan kerjasama antar lembaga dalam negri dan luar negeri dalam rangka merealisasikan visi dan misi IBIMA, dan menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan industri nasional, dan penyediaan tenaga ahli lean industry. 

Tag : sdm
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top