Gelombang Pengungsi Venezuela Berlanjut, Negara Tetangga Ambil Langkah Pengamanan

Negara-negara Amerika Latin yang berbatasan dengan Venezuela mulai mengambil langkah-langkah pengamanan menyusul berlanjutnya gelombang eksodus warga negara Amerika Latin itu.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  09:28 WIB
Gelombang Pengungsi Venezuela Berlanjut, Negara Tetangga Ambil Langkah Pengamanan
Pengungsi Venezuela duduk di luar kantor layanan perbatasan Binational Border Service Center Peru, di perbatasan dengan Ekuador, di Tumbes, Peru, Jumat (24/8). - Reuters/Douglas Juarez

Bisnis.com, JAKARTA -- Negara-negara Amerika Latin yang berbatasan dengan Venezuela mulai mengambil langkah-langkah pengamanan menyusul berlanjutnya gelombang eksodus warga negara Amerika Latin itu.
 
Venezuela tengah mengalami krisis ekonomi parah dengan hiperinflasi yang diperkirakan mencapai 1.000.000% pada akhir tahun ini. 
 
Situasi politik dan keamanan di negara itu juga belum sepenuhnya stabil. Beberapa waktu lalu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro selamat dari serangan drone ketika sedang menghadiri sebuah acara. 
 
Presiden Brazil Michel Temer telah meneken dekrit untuk mengirim pasukan bersenjata ke perbatasan di Roraima, di utara Brazil yang berbatasan langsung dengan bagian selatan Venezuela. Dia menyatakan langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban dan keamanan para pengungsi.
 
"Masalah Venezuela bukan lagi politik dalam negeri. Masalah itu sudah menjadi ancaman bagi harmoni regional," ujar Temer melalui siaran televisi, seperti dilansir Reuters, Rabu (29/8/2018).
 
Sementara itu, Pemerintah Peru mengumumkan keadaan kesehatan darurat selama 60 hari di 2 provinsi di utara negara tersebut. Dekrit itu dikeluarkan dengan pertimbangan kesehatan dan sanitasi.
 
Otoritas kesehatan Peru sebelumnya sudah menyampaikan kekhawatiran mengenai penyebaran penyakit seperti campak dan malaria dari para pengungsi.
 
Otoritas imigrasi Peru, Kolombia, dan Brazil juga sudah bertemu di Bogota, Kolombia untuk membicarakan gelombang pengungsi ini. Pekan depan, para menteri luar negeri dari tiga negara ini plus Ekuador direncanakan bertemu untuk melakukan pembahasan lebih lanjut.
 
Saat ini, jumlah warga Venezuela yang tinggal di Kolombia mencapai hampir 1 juta orang. Sementara itu, lebih dari 400.000 orang tinggal di Peru meski hanya 178.000 orang yang sudah memiliki izin tinggal atau sedang mengurus izin tinggalnya.
 
Peru dan Ekuador juga sudah mulai mensyaratkan paspor, bukan lagi kartu identitas, dari warga Venezuela yang masuk ke dua negara tersebut. Tetapi, masih ada yang mencoba masuk tanpa paspor dan menggunakan mekanisme suaka. 
 
Adapun Maduro telah memperingatkan para migran bahwa mereka akan menemui kondisi yang sulit di luar negeri dan mengundang mereka untuk pulang. 
 
Pada Selasa (28/8), Venezuela menyatakan sudah ada merepatriasi 89 warganya yang sempat bermigrasi ke Peru setelah mereka mendapatkan perlakuan buruk dan memalukan di negara tersebut.
 
Venezuela terletak di utara Amerika Selatan. Negara ini berbatasan langsung dengan Kolombia, Brazil, Guyana, Trinidad dan Tobago, Curaçao, serta Aruba.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
venezuela

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top