Fahri Hamzah Minta Pemerintah Utamakan Dialog Hadapi Gerakan #2019GantiPresiden

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah meminta pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menghadapi gerakan #2019GantiPresiden dengan dialog.
Jaffry Prabu Prakoso | 28 Agustus 2018 15:30 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (kiri) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus), Polda Metro Jaya (PMJ), Jakarta, Senin (19/3/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah meminta pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menghadapi gerakan #2019GantiPresiden dengan dialog.

"Itu hukum besi dalam berdemokrasi. Karena demokrasi itu artinya memfasilitasi pebedaan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat," katanya melalui pesan singkat, Selasa (28/8/2018).

Fahri mengatakan bahwa gerakan #2019GantiPresiden seharusnya menjadi kritik yang membangun, karena masyarakat tidak puas dengan pemerintahan Jokowi. 

Oleh karena itu, Jokowi harus bersyukur karena ini jadi deteksi dini. 

"Kalau saya ada gelombang yang tidak menyukai saya, maka saya akan memanggil orang-orang. Apa ini, kok bisa ada orang yang nggak suka saya? Mungkin ada hal yang belum saya mengerti, tolong beri masukan kepada saya," ucap Fahri.

Jika berada di posisi Jokowi, Fahri akan menangkap gerakan tersebut sebagai deteksi dini gratis dari publik dan menganggap sebagai nilai positif.

Anggota  DPR asal Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak  pemerintah menciptakan iklim kondisi yang kondusif.

"Jangan sampai karena jatuhnya kredibilitas pemerintah, tiba-tiba kita memiliki rezim yang tidak kuat atau rezim yang diragukan. Karena itu, lebih baik secara dini kita memberi nasihat kepada pemerintah supaya sukses dan mampu behadapan dengan gelombang," ungkapnya.

 

Tag : Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top