Kepala BPOM Pastikan Kualitas Bantuan Obat & Makanan Terjaga

BPOM memastikan bahwa mutu obat dan makanan yang akan dikonsumsi oleh korban gempa Nusa Tenggara Barat aman dan layak digunakan.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 19 Agustus 2018  |  17:39 WIB
Kepala BPOM Pastikan Kualitas Bantuan Obat & Makanan Terjaga
Kepala BPOM Penny K. Lukito (kiri) memberikan bantuan untuk korban gempa Lombok kepada Sekda Kabupaten Lombok Utara Suwardi, Minggu (19/08/2018). - Istimewa/BPOM

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K. Lukito memastikan bahwa mutu obat dan makanan yang akan dikonsumsi oleh korban gempa Nusa Tenggara Barat aman dan layak digunakan.

"Saya mengimbau kepada jajaran Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan [BBPOM] di Mataram meskipun terkena dampak gempa, tetap melaksanakan tugas dan fungsi perlindungan dengan baik. Obat bagi para korban juga harus bermutu serta aman digunakan," kata Penny saat mengunjungi posko korban gempa di kantor Bupati Lombok Utara, NTB, pada Minggu (19/8/2018).

Dia mengharapkan para petugas kesehatan dan relawan ikut berpartisipasi aktif menjaga makanan yang dikonsumsi para korban gempa.

Selain bertemu dengan pengungsi, Penny berdialog dengan para petugas kesehatan terkait dengan kebutuhan dan penyimpanan logistik obat dan makanan.

Pada kunjungannya tersebut, Penny dan timnya juga memastikan obat-obatan yang didistribusikan disimpan dan diberikan dalam kondisi berkualitas baik untuk pasien yang memerlukan.

Oleh karena itu, BPOM juga memberikan bantuan berupa lemari pendingin untuk penyimpanan obat. Selain itu, diserahkan bantuan untuk keperluan sehari-hari para pengungsi seperti selimut, masker, terpal, tenda, popok bayi, dan sereal.

"Tim relawan BPOM melaporkan barang-barang yang memang diperlukan, sesuai dengan imbauan kami untuk mendata agar bantuan tepat sasaran dan berguna," tutur Penny.

Pada kesempatan yang sama, dia juga memberikan bantuan secara simbolis yang merupakan hasil penggalangan dana dari seluruh jajaran BPOM yang dipimpinnya. Total hasil penggalangan tersebut senilai Rp231,51 juta yang sebagian telah didistribusikan oleh tim relawan BPOM.

"Jajaran BPOM ikut merasakan penderitaan para korban, seluruh pihak termasuk kementerian atau lembaga negara bersatu padu memulihkan kondisi Lombok agar seperti sedia kala,” kata Penny.

Dia juga menuturkan BPOM turut melakukan upaya penggalangan bantuan dari berbagai pihak seperti asosiasi pelaku usaha, industri, dan akademisi.

BPOM telah membentuk tim relawan yang berada di Lombok sejak 11 Agustus 2018. Tim relawan BPOM telah mendistribusikan bantuan masyarakat berupa bahan makanan, air minum, pakaian layak pakai, dan terpal ke beberapa titik posko pengungsian antara lain Posko Dusun Busur Barat, Posko Dusun Kuripan, Desa Sigar Penjalin, dan desa-desa terpencil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa lombok

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top