PILPRES 2019: Partai Pengusung Bakal Jadi Mesin Politik yang Efektif

Setelah kedua pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden secara resmi terdaftar, pengamat politik M. Qoddari menilai kedua pasangan tersebut diusung oleh partai politik yang sama-sama berpotensi sebagai mesin politik yang efektif pada Pemilu Presiden 2019.
Rahmad Fauzan | 11 Agustus 2018 01:26 WIB
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019 - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah kedua pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden secara resmi terdaftar, pengamat politik M. Qoddari menilai kedua pasangan tersebut diusung oleh partai politik yang sama-sama berpotensi sebagai mesin politik yang efektif pada Pemilu Presiden 2019.

Segala kemungkinan, menurut Qoddari, masih bisa terjadi.  Terutama, karena saat ini masa kampanye belum dimulai, sehingga kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden masih memiliki waktu yang sangat panjang untuk mendulang suara masyarakat.

"Ini harus dilihat nanti ya, kalau masa kampanye sudah berjalan. Tapi, menurut saya mesin politik yang bakal bekerja itu kalau di kubu Pak Jokowi yang pasti PDIP, karena Jokowi kader aslinya PDIP," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (10/8/2018).

Partai Nasdem menempati peringkat kedua sebagai mesin politik efektif Jokowi-Ma'ruf Amin. Hal itu, dari analisa Qoddari, disebabkan oleh loyalitas Partai Nasdem dalam memberi dukungan kepada Jokowi.

"Lainnya belum deklarasi dukung, dia sudah dukung," lanjut Qoddari terkait Partai Nasdem.

Partai ketiga, menurut Qoddari, yang akan menjadi mesin politik yang efektif untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin adalah PKB.

PKB dianggap bakal menjadi mesin politik yang efektif bagi Jokowi-Ma'ruf karena Ma'ruf Amin merupakan mantan Dewan Syuro di partai tersebut.

PPP merupakan mesin politik terakhir yang akan menolong Jokowi-Ma'ruf pada Pemilu Presiden 2019. "Basis PPP adalah NU. Sementara Ma'ruf Amin adalah tokoh NU," ujar Qoddari.

Sementara itu, di kubu Prabowo-Sandi, Qoddari yakin  Partai Gerindra dan PKS akan menjadi mesin utama bagi pasangan tersebut.

Pertimbangannya adalah posisi Prabowo di Partai Gerindra dan rekam jejak Sandiaga Uno di partai berlogo burung Garuda tersebut. "Kalau dari (kubu) Prabowo pasti yang akan maksimal adalah Gerindra, karena ini adalah pasangan Gerindra," paparnya.

Sementara itu, mesin politik terakhir bagi pasangan Prabowo-Sandi, PKS, diyakini akan bekerja efektif karena partai tersebut memiliki kesolidan yang, menurut Qoddari, sangat baik.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top