Perdebatan Antar-Paslon Capres Diharapkan Banyak Soal Ekonomi

Ekonom berharap kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan bertanding di Pilpres 2019 lebih banyak memperdebatkan perekonomian dari pada isu primordial.
Puput Ady Sukarno | 10 Agustus 2018 20:51 WIB
Capres Prabowo Subianto menyapa pendukungnya seusai mendaftarkan diri dalam Pilpres 2019, di depan Kantor KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/8). Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi mendaftar sebagai pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden periode 2019-2024. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA  Ekonom berharap kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan bertanding di Pilpres 2019 lebih banyak memperdebatkan perekonomian dari pada isu primordial.

Hal tersebut disampaikan ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Ahmad Akbar Susamto, Jumat (10/8/2018) menanggapi dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres 2019, yakni Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Akbar melihat bahwa pasangan yang akan bertarung tersebut terlihat dapat memberikan harapan yang positif dari masyarakat dan pegiat ekonomi.

Pasalnya, dia melihat bahwa kedua nama pasangan, yang muncul diakui telah dapat mengurangi polarisasi di masyarakat.

"Selain itu, ada harapan bahwa perdebatan yang muncul lebih terkait dengan isu-isu ekonomi dan kesejahteraan secara umum. Bukan isu-isu primordial," ujarnya.

Secara keseluruhan, pihaknya berharap bahwa pilpres dan pemilu secara umum dapat berjalan aman lancar dan tanpa konflik yang berarti sehingga tetap bisa menjaga kepercayaan investor.

Pasalnya, kondusivitas situasi keamanan dan politik dapat berpengaruh terhadap kepercayaan diri para investor. "Tapi kalau tentang program-program, masih terlalu dini untuk menilai," ujarnya.

Pada Jumat ini pasangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto - Sandiaga Uno telah mendaftarkan diri sebagai calon presiden dan wakil presiden yang akan bertanding dalam Pilpres 2019.

Tag : Pilpres 2019
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top