Moeldoko Paparkan Prioritas Pertumbuhan Ekonomi dan Kualitas Manusia kepada Para CEO

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memaparkan bahwa Presiden Joko Widodo fokus untuk memantapkan pertumbuhan ekonomi dan memastikan pertumbuhan ekonomi berkualitas.
Amanda Kusumawardhani | 28 Juli 2018 20:32 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia, di Kantor Staf Presiden Jakarta, Jumat (6/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memaparkan bahwa Presiden Joko Widodo fokus untuk memantapkan pertumbuhan ekonomi dan memastikan pertumbuhan ekonomi berkualitas.

Di depan hadapan para CEO, Moeldoko mengungkapkan Presiden Jokowi mematok target pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) lebih tinggi pada tahun mendatang. Tak lupa, juga berupaya untuk mengurangi pengangguran, inflasi, dan kemiskinan.

“Strategi membangun dan memperbaiki IPM melalui dua hal: hard and soft infrastructure. Pendekatan hard infrastructure dengan melakukan pembangunan fisik, sedangkan soft infrastructure di antaranya dengan pembenahan regulasi dan pembangunan manusia,” katanya, dikutip dari keterangan resminya Sabtu (28/7/2018).

Lebih jauh, Moeldoko menguraikan, pembangunan hard infrastructure terdiri dari big and small infrastructure.

Ada pun, big infrastructure terdiri dari jalan tol, jalan nasional, LRT, jalur kereta api, bandara, pelabuhan, pembangkit, dan lain-lain. Ini memerlukan biaya besar, baik melalui APBN atau Public-Private-Partnership (PPP), dengan waktu pembangunannya lama.

“Dampak pada kesejahteraan rakyat dari pembangunan ini perlu beberapa waktu, dengan sebagian pembangunan dimasukkan dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN),” terangnya.

Sementara itu, Moeldoko melanjutkan, pembangunan small atau basic infrastructure di antaranya sanitasi (jamban), air bersih, elektrifikasi desa, jalan usaha tani, serta pembuatan irigasi tersier dan kuarter.

“Biayanya kecil, dapat diambil dari APBN, APBD, atau Dana Desa. Waktu pembangunannya cepat. Dampak pada kesejahteraan rakyat juga cepat terasa atau instan,” ungkapnya.

Namun tak kalah penting adalah pembangunan soft infrastructure, di antara dilakukan Presiden Jokowi dengan memperbaiki iklim usaha dan investasi melalui perbaikan ease of doing business (EoDB) dan deregulasi. Salah satunya melalui online single submission (OSS) serta mengurangi ketidakpastian regulasi.

“Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi [SMK, diploma, kursus] sampai dengan menajamkan upaya penurunan stunting,” tekannya.

Tag : Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top