Politik Putra-Putri Pak Harto: Saat Pangeran dan Putri Cendana Maju Berkarya

Piye kabare. Penak Jamanku, to? Kalimat dengan berbagai varian sejenis disertai foto Pak Harto, mantan Presiden RI kedua, sempat mewabah di saat kondisi Indonesia tidak terlalu menggembirakan beberapa waktu lalu.
Saeno | 23 Juli 2018 11:55 WIB
Spanduk bergambar Pak Harto - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - “Piye kabare. Penak Jamanku, to?” Kalimat dengan berbagai varian sejenis disertai foto Pak Harto, mantan Presiden RI kedua, sempat mewabah di saat kondisi Indonesia tidak terlalu menggembirakan beberapa waktu lalu.

Dengan senyumnya yang khas, foto Soeharto yang dikenal dengan sebutan the smiling general plus tangan terkesan ngawe-awe alias melambai menimbulkan beragam tafsir.

Salah satunya, tafsir versi anak zaman sekarang yang menyebutkan senyum dan lambaian foto Pak Harto dengan tulisan “Piye kabare. Penak Jamanku, to?” tak ubahnya sebagai “kode keras mantan ngajak balikan”.

Tentu saja para pengagum dan pendukung Soeharto seakan menemukan oase baru dengan tampilnya senyum dan lambaian tersebut. Kerinduan mereka seakan terobati dengan hadirnya foto senyum Pak Harto. Betapa pun, pada eranya, foto Pak Harto mesem itu memang memiliki daya pesona tersendiri.

Ditinjau dari aspek marketing, para pengagum dan pendukung Pak Harto adalah ceruk pasar yang khas seklaigus sangat menarik untuk dikelola, termasuk dalam sebuah pasar politik.

Kehadiran Partai Berkarya yang dibesut Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto pun lantas diterjemahkan sebagian kalangan sebagai upaya mengelola ceruk pasar itu.

Ketika 6 putra-putri Pak Harto, yang dulu dikenal dengan berbagai sebutan termasuk sebutan pangeran atau putra-putri Cendana, bergabung dalam Partai Berkarya, maka semakin kuatlah analisis bahwa mereka sedang berupaya mempersatukan kekuatan politik pengagum dan pendukung Pak Harto.

 

Tag : soeharto, Pilpres 2019, pileg 2019
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top