Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pencemaran Nama Baik: Fahri Hamzah Sebut Akan Ada Tersangka

Laporan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah atas dugaan pencemaran nama baik oleh Ketua Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman naik status dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 17 Juli 2018  |  21:05 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tiba untuk menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus), Polda Metro Jaya (PMJ), Jakarta, Senin (19/3/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tiba untuk menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus), Polda Metro Jaya (PMJ), Jakarta, Senin (19/3/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA -- Laporan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah atas dugaan pencemaran nama baik oleh Ketua Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman naik status dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Fahri mengaku dicecar 16 pertanyaan oleh penyidik atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan kepadanya. Pemeriksaan berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

"Artinya, penyidik sudah sampai kepada kesimpulan telah ditemukannya dua alat bukti yang mencukupi untuk menentukan bahwa perkara ini naik ke penyidikan dan tentunya ada tersangka," kata Fahri, Selasa (17/7/18).

Meski begitu. Fahri tidak menyebutkan kalau Sohibul Iman sudah menjadi tersangka. Menurutnya, informasi itu wewenang dari Kepolisian.

"Selanjutnya tentu kami menyerahkan proses kepada Polda Metro Jaya dan penyidik, karena apapun ini adalah kewenangan penyidik," jelas Fahri.

Sebelumnya Fahri melaporkan Sohibul ke Polda Metro Jaya dengan dugaan pencemaran nama baik karena menyebut Fahri sebagai pembohong dan pembangkang di PKS.

Laporan Fahri itu telah diterima dan teregistrasi dengan nomor LP/1265/III/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus per 8 Maret 2018.

Terlapor Sohibul Iman diduga telah melakukan pelanggaran Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19/2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 311 KUHP dan 310 KUHP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pks fahri hamzah pencemaran nama baik Sohibul Iman
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top