Pilkada Serentak dan Konstelasi Politik Pilpres 2019

Melihat hasil pilkada yang bersifat sementara tersebut, banyak kalangan mulai dari politisi, akademisi hingga pengamat, mengaitkannya dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
John Andhi Oktaveri | 29 Juni 2018 17:59 WIB
Warga menggunakan hak suaranya dalam Pilkada serentak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Cipondoh, Tangerang Kota, Banten, Rabu (27/6/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Gelaran Pilkada Serentak di 171 daerah usai sudah, termasuk di 17 provinsi. Pelan namun pasti, hasil hitungan cepat akan menjelma menjadi hitungan nyata (real count) sebagai hasil akhir.

Meski hasil pilkada tersebut secara resmi akan diumumkan Komisi Pemilian Umum (KPU) paling telat 9 Juli mendatang, sangat jarang terjadi hasil hitungan cepat atau quick count berbeda dengan real count. Pasalnya kecepatan, akurasi, dan kemajuan teknologi komputasi berbasis teknologi informasi menjadi sebuah keniscayaan.

Melihat hasil pilkada yang bersifat sementara tersebut, banyak kalangan mulai dari politisi, akademisi hingga pengamat mengaitkannya dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Maklum, perhelatan Pilpres akan digelar 17 April tahun depan, atau kurang dari satu tahun dari sekarang.

Alasan mereka mengaitkan Pilkada dengan Pilpres cukup kuat mengingat suasana Pilkada kali ini tidak terlepas dari bayang-bayang Pilpres 2019. Lihat saja sebaran spanduk yang dipasang saat kampanye.

 

Tag : Pilkada Serentak, Pilpres 2019
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top