Pesan Moeldoko Menjelang Pilkada Serentak

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengingatkan para pihak yang berkepentingan dalam Pilkada serentak 2018 untuk tidak memainkan isu sensitif yang berpotensi memantik pertikaian.
David Eka Issetiabudi | 25 Juni 2018 19:09 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia, di Kantor Staf Presiden Jakarta, Jumat (6/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA—Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengingatkan para pihak yang berkepentingan dalam Pilkada serentak 2018 untuk tidak memainkan isu sensitif yang berpotensi memantik pertikaian.

Isu sensitif tersebut, seperti isu SARA, politik identitas dan lainnya. "Sebagai seorang negawaran harus berfikir lebih jernih. Kita harus berhati-hati dengan empat kata tersebut [suku, agama, ras, antargolongan]," tutur Moeldoko, Senin (25/6/2018).

Menurutnya, ketika seseorang memainkan isu tersebut, malah akan memukul dirinya sendiri. Untuk itu, sebaiknya setiap pihak untuk menyadari bahwa memainkan isu tersebut, tidak pantas dilakukan sebagai seorang negarawan.

"Ktia akan saling mengingatkan, dan meminta kesadaran bersama, untuk mementingkan kepentingan yang lebih besar. Tapi kalau nanti dalam pelaksanaannya, ada hal yang tidak stabil [memainkan isu sensitif], tentu aparat itu bertindak," tambahnya.

Moeldoko sendiri mengaku tidak melakukan komunikasi kepada berbagai pihak yang memiliki kepentingan politik terkait Pilkada serentak 27 Juni mendatang.

"Tidak mungkin kita telepon satu persatu, karena itu perlu kesadaran bersama," ujarnya.

Tag : Pilkada Serentak
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top