Najib Razak Akui Anaknya Berteman dengan Pemilik Yacht Mewah yang Disita di Bali

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengakui anaknya berteman dengan pemilik yacht Equanimity yang sempat disita di Bali.
Annisa Margrit | 21 Juni 2018 12:03 WIB
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan istrinya Rosmah. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengakui anaknya berteman dengan pemilik yacht Equanimity yang sempat disita di Bali.

Reuters melansir Kamis (21/6/2018), Najib mengatakan anak tirinya yaitu Riza Aziz berteman dengan Low Taek Jho, seorang pebisnis asal Malaysia yang tersangkut kasus 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Namun, dia mengaku tidak tahu adanya transaksi apapun di antara Riza dan Low yang menyangkut dana 1MDB di perusahaan milik Riza. Riza dikenal sebagai seorang produser film Hollywood dan salah satu film yang pernah digarap perusahaannya adalah "The Wolf of Wall Street".

Riza adalah anak Rosmah Mansor, istri Najib, dengan suami pertamanya yaitu Abdul Aziz Nong Chik. Perusahaannya bernama Red Granite Pictures dan berbasis di Los Angeles, AS.

Najib juga mengklaim tidak lagi berhubungan dengan Low. Sampai saat ini, aparat Malaysia masih mencari Low.

"Kami sudah tidak berkomunikasi lagi. Saya tidak tahu di mana dia sekarang," ujarnya.

Low tidak hanya menjadi buruan aparat Malaysia, tapi juga penyelidik AS. Dia disebut-sebut sebagai kunci kasus korupsi 1MDB dan menjadi orang yang mendapatkan keuntungan dari penyalahgunaan dana perusahaan milik Pemerintah Malaysia itu.

Najib menerangkan koneksi Low di Timur Tengah, terutama dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), bisa bermanfaat untuk menarik investasi dari negara-negara tersebut ke Malaysia.

Tetapi, dia berkilah tak pernah menginstruksikan Low untuk terlibat di 1MDB dan tidak bisa mengontrol Low.

"Saya tidak memberi instruksi kepadanya, tapi dia sukarela melakukan beberapa hal yang dia pikir akan membantu 1MDB. Namun, apapun yang dia lakukan pada akhirnya adalah tanggung jawab manajemen dan direksi," papar Najib.

Pada awal bulan ini, komisi anti korupsi Malaysia telah mengeluarkan surat penahanan atas nama Low dan Direktur SRC International Nik Faisal Ariff Kamil.

Low dulunya berperan sebagai penasihat dalam berbagai investasi serta negosiasi bisnis yang dijalankan 1MDB, sedangkan SRC International adalah unit usaha milik 1MDB.

Low adalah pemilik yacht Equanimity yang sempat disita oleh kepolisian Indonesia di Bali pada Februari 2018. Penyitaan dilakukan sebagai bagian penyelidikan yang dilakukan FBI atas kasus korupsi miliaran dolar AS di 1MDB.

Setelah Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) memutus agar Polri mengembalikan kapal pesiar mewah itu kepada pemiliknya, yacht tersebut dilepaskan. Penyitaan tersebut dinilai tidak sah dan tidak berdasarkan hukum.

Namun, berdasarkan catatan Bisnis, Polri menyampaikan bakal kembali menyita kapal tersebut setelah FBI mengajukan Mutual Legal Assistance (MLA) atau bantuan hukum timbal balik kepada Indonesia.

Pada Agustus 2017, Departemen Kehakiman AS berupaya menyita aset-aset dengan nilai lebih dari US$1,7 miliar yang diduga dibeli dengan dana 1MDB, salah satunya yacht Equanimity. Low pun menjadi tokoh kunci dalam penyelidikan kasus ini.

Dana yang disalahgunakan dari 1MDB disebut mencapai lebih dari US$4,5 miliar dan sekitar US$700 juta di antaranya masuk ke rekening pribadi mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak.

Sumber : Reuters

Tag : malaysia, Skandal 1MDB
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top