Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Indonesia Dukung Pemangkasan Biaya Hak Paten untuk Universitas

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyatakan dukungan penuh terhadap protokol Brazil terkait pengurangan biaya Patent Cooperation Treaty (PCT) bagi universitas.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 21 Juni 2018  |  13:33 WIB
Indonesia Dukung Pemangkasan Biaya Hak Paten untuk Universitas
Repro dgip.go.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyatakan dukungan penuh terhadap protokol Brazil terkait pengurangan biaya Patent Cooperation Treaty (PCT) bagi universitas.

Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang DJKI Kemenkumham Dede Mia Yusanti mengatakan dukungan Indonesia terhadap PCT bagi universitas bertujuan untuk mendorong inovasi dari kalangan perguruan tinggi (PT).

“Walaupun pengurangan biaya pendaftaran PCT bagi perguruan tinggi bukan merupakan pendorong inovasi yang utama, tapi pengurangan biaya ini dipercaya merupakan solusi untuk negara berkembang,” paparnya dalam keterangan resmi, Kamis (21/6/2018).

Hal itu disampaikan Dede dalam sidang kelompok kerja PCT ke-11 di Jenewa, Swiss yang berlangsung pada 16-22 Juni 2018.

Sidang kelompok kerja PCT itu membahas berbagai hal penting. Di luar pengurangan biaya permohonan PCT untuk universitas, ada pula pembahasan koreksi bagi permohonan internasional yang memiliki kesalahan pada bagian atau elemen tertentu.

Selain itu, dibahas layanan daring PCT, pilot project pembayaran biaya PCT, perkembangan PCT di masa depan, serta permohonan internasional terkait sanksi Dewan Keamanan (DK) PBB.

Kelompok kerja ini dihadiri 150 delegasi yang menginginkan pula pendaftaran perlindungan paten secara bersamaan di sejumlah negara dengan mengajukan aplikasi paten internasional.

Berdasarkan dokumen pembahasan PCT di World Intellectual Property Organization (WIPO) tertanggal 8-12 Mei 2017 yang dikutip Bisnis, disebutkan bahwa paten dari hasil riset universitas dan penelitian yang didanai oleh publik dari negara berkembang sangat sensitif terhadap tarif paten. Diperkirakan pemangkasan tarif hingga 50% akan meningkatkan permohonan hak paten tambahan sebanyak 139 pengajuan per tahun.

Dalam dokumen yang diajukan oleh Brazil ini, disebutkan bahwa negara Amerika Latin itu mengajukan agar tarif pendaftaran hak paten diturunkan setidaknya 50% untuk universitas dari sejumlah negara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paten
Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top