Saham ZTE Melonjak 18% di Bursa Hong Kong, Ini Sentimen Pendorongnya

Saham ZTE Corp. melonjak hingga 18% di Bursa Hong Kong pada Rabu (20/6/2018). Hal itu merupakan dampak dari kejelasan proposal Senat AS yang mengancam akan mengembalikan hukuman terhadap perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di China itu.
Dwi Nicken Tari | 20 Juni 2018 14:08 WIB
Nama perusahaan ZTE terlihat di bagian luar gedung riset dan pengembangan ZTE di Shenzhen, China - Reuters/Bobby Yip

Kabar24.com, JAKARTA – Saham ZTE Corp. melonjak hingga 18% di Bursa Hong Kong pada Rabu (20/6/2018). Hal itu merupakan dampak dari kejelasan proposal Senat AS yang mengancam akan mengembalikan hukuman terhadap perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di China itu.

Di dalam pengumuman klarifikasi selama istirahat siang perdagangan, seperti dikutip Reuters pada Rabu (20/6/2018), ZTE menyampaikan bahwa UU Otoritas Pertahanan Nasional (NDAA) yang disetujui Senat AS pada Senin (18/6/2018) dapat mengembalikan hukuman terhadap perusahaan.

Namun, proposal itu bisa menjadi hukum hanya jika direkonsiliasikan dengan versi berbeda yang disetujui DPR AS dan ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump.Dalam beberapa pekan ke depan, para pembuat kebijakan akan berusaha mengakurkan proposal Senat AS dengan proposal pertahanan yang disetujui oleh DPR AS pada Mei.

Hal itu menegaskan kembali apa yang disampaikan oleh Gedung Putih dan Senat AS terkait proposal tersebut pada hari sebelumnya.

Dalam langkah yang sangat jarang terjadi dari kebijakan Gedung Putih, Senat AS yang dipimpin oleh Partai Republik meloloskan NDAA pada Senin (18/6/2018) yang terdiri dari dua provisi, melarang pejabat federal untuk menghapuskan hukuman terhadap ZTE.

Hal itu pun membentuk medan perkelahian di Gedung Putih mengenai apakah moratorium untuk ZTE dapat diangkat sebagai bagian dari kesepakatan sebesar US$1,4 miliar antara ZTE dan Departemen Perdagangan AS yang dicapai pada 7 Juni 2018.

Adapun upaya Trump untuk mengangkat kembali sanksi atas ZTE berhasil menyatukan partai Demokrat dan sebagian besar Partai Republik. Mereka berpendapat ahwa ZTE membawa ancaman nasional terhadap AS.

Anggota Senat AS dari Oklahoma, James Inhofe, berencana untuk hadir pada pertemuan Rabu (20/6/2018) dan menyatakan dukungannya untuk Trump.

“Hal ini [dukungan] dapat berubah di dalam rapat. Kami akan rapat kemudian memutuskan,” katanya seperti dikutip Bloomberg, Rabu (20/6/2018).

Sementara itu, Senat dari Partai Republik John Cornya dari Texas mengatakan pertemuan tersebut akan memberikan kesempatan bagi keduabelah pihak untuk saling mengerti.

“Menurut saya, kita hanya perlu memahami posisi satu sama lain dengan lebih baik,” ujarnya,.

Setidaknya, saham perusahaan telekomunikasi China yang terdaftar di Hong Kong itu naik hingga 11,62 dolar Hong Kong (US$1,48) pada Rabu (20/6/2018) stelah tumbang 25% pada hari perdagangan sebelumnya.

Dalam upaya mengejar saham di Hong Kong yang memiliki lebih dari separuh harga sejak perdagangan kembali dilanjutkan pekan lalu, saham ZTE yang terdaftar di Shenzhen melemah 10% untuk hari kelima berturut-turut.

Tag : zte
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top