Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dituntut Hukuman Mati, Sidang Vonis Bom Thamrin Dijaga 378 Polisi dan Tentara

Polres Metro Jakarta Selatan akan mengerahkan 378 personel untuk mengamankan sidang vonis bom Thamrin di Pengadilan Negeri Jaksel Jumat (22/6/2018) dengan teradakwa Aman Abdurrahman.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 20 Juni 2018  |  15:12 WIB
Polisi berjaga di dekat lokasi pengeboman di Pos Polisi jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016). Sejumlah teroris melakukan penyerangan terhadap beberapa gedung dan pos polisi di kawasan tersebut yang mengakibatkan sejumlah korban tewas dan luka-luka. - Antara
Polisi berjaga di dekat lokasi pengeboman di Pos Polisi jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016). Sejumlah teroris melakukan penyerangan terhadap beberapa gedung dan pos polisi di kawasan tersebut yang mengakibatkan sejumlah korban tewas dan luka-luka. - Antara

Bisnis.com,  JAKARTA – Polres Metro Jakarta Selatan akan mengerahkan 378 personel untuk mengamankan sidang vonis bom Thamrin di Pengadilan Negeri Jaksel Jumat (22/6/2018) dengan teradakwa Aman Abdurrahman.

Personel yang terdiri dari 348 personel Polri dan 1 pleton TNI atau 30 personel TNI itu akan  mengamankan jalannya sidang secara berlapis.

Aman Abdurrahman merupakan terdakwa kasus bom Thamrin yang dituntut hukuman mati Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dia diduga menjadi aktor intelektual di balik sejumlah pengemboman di Indonesia.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengungkapkan Kepolisian akan membagi menjadi 4 titik ring pengamanan selama proses sidang vonis terdakwa Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurutnya, Kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar tidak menggelar sidang lain, selama proses sidang pembacaan vonis terdakwa Aman Abdurrahman.

"Kami akan maksimalkan pengamanan personel. Ada 378 personel yang kami libatkan dan pengamanan dibagi menjadi 4 ring. Tidak ada sidang lain yang berjalan, selama sidang ini berlangsung," tuturnya, Rabu (20/6/2018).

Menurutnya, Kepolisian akan memaksimalkan semua potensi yang ada untuk mengamankan sidang vonis Aman Abdurrahman tersebut, sehingga sidang bisa berjalan dengan aman tanpa gangguan atau teror apa pun.

"Kami akan sterilisasi semuanya. Kami juga akan maksimalkan semua potensi untuk mengamankan jalannya sidang ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bom Bom Sarinah
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top