AS Akan Atur Regulasi untuk Daging Artifisial

Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (U.S Food and Drug Administration/FDA) kabarnya akan mulai mengatur regulasi mengenai daging artifisial yakni protein dalam bentuk daging yang bukan berasal dari hewan potong, tetapi dari sel-sel hewan yang dikembangkan di laboratorium.
Dhiany Nadya Utami | 18 Juni 2018 12:16 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpidato saat buka puasa di Gedung Putih, 6 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (U.S Food and Drug Administration/FDA) kabarnya akan mulai mengatur regulasi mengenai daging artifisial yakni protein dalam bentuk daging yang bukan berasal dari hewan potong, tetapi dari sel-sel hewan yang dikembangkan di laboratorium.

Seperti dilansir Bloomberg, FDA berencana menggelar pertemuan pada 12 Juli mendatang untuk mendengarkan masukan-masukan dari para pelaku industri mengenai keamanan teknologi tersebut.

Selain itu, mereka juga mempertimbangkan bagaimana cara melabeli produk daging artifisial sehingga konsumen tahu bahwa mereka mendapatkan daging yang berasal dari laboratorium, bukan dari sapi potong.

"Kami berencana untuk berdiskusi tentang bagaimana arah FDA untuk menerapkan regulasi serta kebijakan yang tepat untuk bidang teknologi baru ini,” kata Komisaris FDA Scott Gottlieb dan Wakil Komisaris Anna Abram melalui pernyataan resmi.

Pun, awal tahun ini Asosiasi Peternak AS mengajukan petisi yang meminta label “daging” hanya boleh digunakan untuk daging yang berasal dari hewan yang diternakkan dan dipotong dengan cara tradisional. FDA diprediksi akan mempertimbangkan petisi tersebut.

Jika petisi tersebut dikabulkan, berarti produk daging yang dikembangkan dari protein nabati seperti buatan Impossible Foods Inc. dan Beyond Meat harus dilabeli dengan istilah lain. Begitu juga, dengan produk daging artifisial yang berasal dari rekayasa sel hewan.

Daging artifisial sendiri dianggap sebagai alternatif yang ramah lingkungan dibandingkan dengan proses produksi daging tradisional. Daging artifisial ini dibuat dengan cara memanen sel dari hewan dan mengembangkannya dengan rekayasa teknologi untuk membuat makanan.

Belakangan, perusahaan rintisan yang mengusung teknologi tersebut seperti Memphis Meats Inc. dan Future Meat Technologies dikabarkan telah menarik minat investor yakni raksasa industri makanan Tyson Foods Inc. dan Cargill Inc., serta milyarder Bill Gates dan Richard Branson.

Sementara itu, perusahaan pemberi pinjaman pertanian CoBank menyebut protein alternatif sebagai salah satu tren makanan yang akan booming pada tahun ini. Kendati demikian, pada November lalu ekonom Trevor Amen memperkirakan daging artifisial tersebut belum akan ada di pasaran setidaknya sampai 5 tahun mendatang.

Tag : amerika serikat
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top