Ini Strategi Jasa Marga Hadapi Arus Balik Lebaran 2018

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. telah menyiapkan strategi untuk menghadapi arus balik Lebaran yang diperkirakan dimulai pada 17-21 Juni 2018.
Novita Sari Simamora | 14 Juni 2018 22:48 WIB
Pengendara mobil melintas di jalur "contraflow" ke arah Cikampek di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 37, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (10/6). Jasa Marga bersama kepolisian memberlakukan "contraflow" dari KM 35600 sampai KM 47 untuk mengurai kemacetan di jalan tol khususnya di sekitar "rest area" KM 39 karena banyaknya pemudik yang beristirahat. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk. telah menyiapkan strategi untuk menghadapi arus balik Lebaran yang diperkirakan dimulai pada 17-21 Juni 2018.

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis pada Kamis (14/5/2018), strategi yang disiapkan oleh Jasa Marga yakni: 

1. Pengaturan distribusi lalin

Adanya penambahan hari cuti bersama dan program diskon tarif tol diharapakan dapat mengendalikan distribusi lalin karena pengguna jalan tol memiliki pilihan waktu untuk arus balik.

2. Optimalisasi kapasitas lajur, gerbang maupun TI/TIP/ Parking Bay.

Peningkatan kapasitas untuk rest area di antaranya melalui pemasangan alat Rest Area Monitoring System (RAMS) dan penambahan parking bay di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Peningkatan kapasitas salah satunya melalui pemberlakuan contraflow di Jalan Tol Jakarta Cikampek atas diskresi kepolisian.

Jalan Tol Jakarta-Cikampek memiliki 2 wilayah pemberlakuan contraflow, yaitu: 

A. Wilayah Timur: mulai dari GT Cikarang Utama (km 30) hingga KM 65

B. Wilayah barat: mulai dari GT Cikarang Utama (KM30) hingga KM 21

Selain itu, Jasa Marga juga akan mengoptimalisasi gerbang tol untuk transaksi dan telah disiapkan 15 mobile reader.

3. Percepatan penanganan gangguan di lajur.

Untuk mengantispasi kepadatan di lajur yang disebabkan oleh adanya gangguan, maka tim dari Cabang Jakarta-Cikampek telah menyiapkan petugas siaga di lapangan, armada pendukung operasional dan tahun ini, Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek menyiagakan 2 motor patroli untuk memantau pemberlakuan contraflow.

Berdasarkan hasil evaluasi, kepadatan yang sempat terjadi pada hari Selasa, 12 Juni 2018 atau di luar dari prediksi puncak arus mudik disebabkan karena adanya gangguan kendaraan di beberapa titik di lajur contraflow, sehingga memerlukan waktu penanganan yang cukup signifikan.

Untuk mengantisipasi agar gangguan tersebut tidak terulang kembali saat arus balik, Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk memastikan kelayakan kendaraan sebelum memasuki jalan tol.

 

Tag : jasa marga
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top