Pemerintah Rancang Kurikulum Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia

Pemerintah merancang kurikulum Program Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia dalam rangka implementasi agenda nasional Making Indonesia 4.0.
Dika Irawan | 07 Juni 2018 21:59 WIB
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir - Antara/Wahyu Putro

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) telah merancang kurikulum Program Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia dalam rangka implementasi agenda nasional Making Indonesia 4.0.

Program ini dirancang untuk membekali para pemimpin Indonesia dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

Sebagai langkah awal, diadakan pembekalan program yang dilaksanakan di Jakarta pada Kamis (7/6/2018). Acara pembekalan dihadiri oleh lebih dari 700 trainee dari berbagai kementerian dan lembaga negara.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan dukungannya terhadap Making Indonesia 4.0. Wapres Jusuf Kalla mengatakan Indonesia harus dapat lebih maju lagi, agar tidak ketinggalan dan dapat mengikuti perubahan zaman yang begitu cepat.

“Tentu saja ini program yang baik, dunia berubah begitu cepat. Orang yang menang adalah orang yang menyadari perubahan tersebut dan bergerak cepat. Kita juga bisa menang dengan teknologi yang lebih maju lagi,” ucapnya dalam siaran pers pada Kamis (7/6/2018).

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengungkapkan program ini upaya pemerintah dalam mempersiapkan pimpinan masa depan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0 agar dapat mengembangkan potensi Indonesia untuk menjalankan ekonomi digital di Indonesia untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang berdaulat, adil, sejahtera, dan bermartabat.

“Diperlukan pemimpin yang dapat mempercepat pertumbuhan Indonesia. Transformasi Indonesia 4.0 akan berhasil apabila pemimpinnya mampu bersama-sama berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini, berdaulat adil, sejahtera dan bermartabat,” tuturnya.

Nasir berharap output dari program ini adalah lahirnya pemimpin masa depan Indonesia yang dapat bersama-sama berkomitmen menjadikan Indonesia negara pemenang yang memiliki cara kerja, produktivitas dan daya saing yang mampu menjawab perubahan zaman.

Tag : Revolusi Industri 4.0
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top