Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cak Imin: Alquran dan Pancasila Memperkuat Nilai Kemanusiaan

Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, Nuzulul Quran dan Hari Lahir Pancasila memperkuat kekuatan nilai kemanusiaan yang menjadi milik bangsa Indonesia.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 03 Juni 2018  |  06:00 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A. Muhaimin Iskandar. - gpansor
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A. Muhaimin Iskandar. - gpansor

Kabar24.com, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, Nuzulul Quran dan Hari Lahir Pancasila memperkuat kekuatan nilai kemanusiaan yang menjadi milik bangsa Indonesia.

“Poros agama dan yang diramu dengan nilai lokal, akhirnya kristalisasinya adalah nilai kemanusiaan itu. Di situ akan jadi kontributor perdamaian pada tataran global,” kata Cak Imin, saat memberi sambutan di acara Peringatan Nuzulul Quran dan Hari Lahir Pancasila bertema “Alquran Suci, Pancasila Sakti", yang diadakan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, di Jalan Kramat Raya 65A, Jakarta Pusat, Sabtu (2/6/208) malam.

Cak Imin menjelaskan, seluruh isi kandungan Alquran untuk menjalin persaudaraan (ukhuwah), saling mengenal satu sama lain (ta`aruf) dan membawa kedamaian (salam) maka sampaikan dengan baik kepada siapa pun, semua mahkluk.

"Masyarakat kita yang majemuk harus disemai dengan ayat-ayat Quran secara damai. Hindari unsur-unsur kebencian. Ayat dan risalah disesuaikan dengan fungsi untuk menasehati dan meluruskan yang bengkok. Bukan memaki yang salah atau melegitimasi kebencian terhadap yang lain.

Dalam kesempatan itu, dia melontarkan pemikiran-nya terkait Sudurisme (Sukarno dan Gus Dur). Sukarno, lanjut Cak Imin, merupakan sosok penggali Pancasila, sedangkan Gus Dur adalah tokoh bangsa yang memiliki latar belakang agama yang kuat.

“Berefleksi dalam pijakan Nuzulul Quran, Bung Karno telah meletakkan dasarPancasila dan Gus Dur melanjutkan. Maka saya sebut generasi kita ini sekarangadalah Sudurisme, Sukarno dan Gus Dur,” ucap Cak Imin.

Senada, Kepala Staf Kepresidenan RI yang juga hadir dalam acara tersebut, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, hubungan antara Pancasila dan agama sangat kuat.

“Hubungan agama dan Pancasila adalah hubungan kuat, bukan saling mempertentangkan. Nilai Pancasila itu digali dari nilai yang terkubur. Ketika diproyeksikan dengan Alquran enggak ada yang salah,” ujarnya.

Menurut Moeldoko, nilai-nilai di dalam Pancasila dapat dipahami dalam tiga tataran, yakni nilai filosofis, nilai instrumentalia, dan nilai pragmatis.Sebagai nilai instrumentalia, misalnya, Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku dalam negara hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Pancasila dijadikan rujukan untuk membuat konstitusi dan aturan-aturan hukum di bawahnya," terang pria kelahiran Kediri itu. Moeldoko menyadari belakangan ini relevansi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mulai diusik dan dipertanyakan.

"Masih validkah Pancasila itu? Pancasila tentu saja masih valid dalam berbagai dinamika sosial, dinamika politik, dan dinamika persaingan global. Kita tidak perlu khawatir. Pancasila adalah ideologi yang terbuka, ideologi yang dinamis," imbuhnya.

"Bagaimana mengejawantahkan, itu bisa disesuaikan dengan perkembangan lingkungan. Karena sifatnya yang terbuka, diskursus tentang hal itu pasti akan terjadi. Silakan mendiskursuskan Pancasila. Syaratnya, kuatkanlah ideologi kita terlebih dahulu. Kalau tidak kuat, justru kita bisa dimakan atau termakan," lanjut Moeldoko.

Hadir dalam acara tersebut, selain Muhaimin Iskandar dan Moeldoko, yakni mantan Wakil Kepala Badan Inteligen Negara sekaligus penasihat PP GP Ansor KH As'ad Said Ali, Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Sekjen GP Ansor Abdul Rochman, Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni, seluruh jajaran pengurus, serta ratusan anggota Ansor dan Banser. ()

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pancasila muhaimin iskandar gp ansor Gerakan Pemuda Ansor
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top