Remaja Penghina dan Ancam Jokowi di Medsos, Ini Saran Hukuman KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyarankan remaja S (16) yang menghina dan mengancam Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui media sosial disanksi meminta maaf kepada publik.
Newswire | 24 Mei 2018 20:41 WIB
Susanto - kpai.go.id

Bisnis.com, JAKARTA -  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyarankan remaja S (16) yang menghina dan mengancam Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui media sosial disanksi meminta maaf kepada publik.

"Sanksi meminta maaf kepada publik merupakan sanksi yang proporsional," kata Ketua KPAI Susanto di Polda Metro Jaya, Kamis (24/5/2018).

Susanto mengatakan sanksi meminta maaf kepada publik sebagai hukuman yang tepat lantaran S berusia di bawah umur.

Penyampaian permohonan maaf kepada publik dinilai Susanto akan berdampak terhadap remaja lain agar tidak mencontoh aksi S.

Susanto mengajak masyarakat melihat kasus yang melibatkan S secara utuh karena bermotifkan bercanda dengan lima teman sekolahnya.

"Yang bersangkutan (S) juga bersedia menyampaikan permohonan maaf dan mengajak remaja lain agar tidak menirukan perbuatannya," tutur Susanto.

Sebelumnya, tersebar rekaman video seorang pria tanpa baju menyampaikan pesan bernada ancaman terhadap Jokowi melalui akun Instagram "@jojo_ismyname" pada Rabu (23/5).

Video berdurasi 19 detik itu menunjukkan ungkapan tantangan seorang pria seraya memegang bingkai foto Jokowi.

Petugas Polda Metro Jaya mengamankan S di rumahnya kawasan Kembangan Jakarta Barat pada Rabu (23/5).

Sumber : ANTARA

Tag : jokowi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top