Angkatan Udara Arab Saudi Hancurkan Rudal Balistik Houthi

Pasukan Pertahanan Udara Saudi melacak, mencegat dan menghancurkan peluru kendali balistik pemberontak Houthi pada Minggu sore dari kegubernuran Sa'dah, Yaman, menuju kota Najran, Arab Saudi, dengan puing tersebar di permukiman, kata juru bicara Persekutuan Arab.
Newswire | 23 April 2018 20:12 WIB
Gambar diambil dari video yang dibagikan oleh stasiun televisi Yaman pro-Houthi Al Masirah, Minggu (5/11/2017), memperlihatkan apa yang dikatakan sebagai peluncuran rudal balistik oleh pasukan Houthi yang ditujukan ke Bandara King Khaled di Riyadh. - Houthi Military Media Unit via REUTERS TV

Bisnis.com, RIYADH -  Pasukan Pertahanan Udara Saudi melacak, mencegat dan menghancurkan peluru kendali balistik pemberontak Houthi pada Minggu (22/4/2018) sore dari kegubernuran Sa'dah, Yaman, menuju kota Najran, Arab Saudi, dengan puing tersebar di permukiman, kata juru bicara Persekutuan Arab.

Kolonel Turki Al-Malki, juru bicara resmi persekutuan tersebut, yang bertujuan mengembalikan keabsahan di Yaman, menambahkan bahwa peluru kendali balistik lain, yang diluncurkan sebelumnya pada Minggu pagi, jatuh di gurun kosong, keduanya tidak menyebabkan korban jiwa.

Kolonel Turki Al-Malki menyatakan bahwa pada pukul 16.24 (20.24 WIB), Pasukan Pertahanan Udara Saudi mengetahui peluncuran peluru kendali balistik dari Kegubernuran Sa'dah ke Arab Saudi.

Dia melaporkan bahwa peluru kendali itu diluncurkan petempur Houthi, yang didukung Iran, membidik daerah berpenduduk padat di Najran, Arab Saudi, tempat peluru kendali itu dicegat dan dihancurkan Pasukan Pertahanan Udara Saudi.

"Pencegatan tersebut menghasilkan puing tersebar ke beberapa daerah permukiman, tempat puing itu terbakar di peternakan milik warga Saudi. Tidak ada korban jiwa tercatat hingga berita ini disiarkan," kata Al-Malki.

Kolonel Al-Malki menambahkan, tindakan tidak bersahabat yang dilakukan oleh para pemberontak membuktikan bahwa rezim Iran masih menyediakan kemampuan kualitatif pada milisi bersenjata teroris Houthi, yang menentang dan menyimpang dari resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2216 dan 2231, dengan tujuan utama mengancam warga Arab Saudi, keamanan regional dan internasional.

"Meluncurkan misil balistik di daerah sipil padat penduduk merupakan pelanggaran langsung terhadap prinsip-prinsip hukum kemanusiaan internasional," simpulnya.

Pasukan Pertahanan Udara Saudi pada 14.28 (18.29 WIB) juga mendapati peluru kendali balistik diluncurkan menuju Arab Saudi, yang jatuh di gurun kosong, tanpa korban jiwa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
arab saudi

Sumber : Antara/SPA
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top