AS-Rusia Bergejolak, Trump Berkoordinasi Tentukan Aksi di Suriah

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan masih mempertimbangkan opsi aksi militer AS melawan Suriah, setelah memberi peringatan potensi serangan rudal kepada Rusia dalam akun Twitter-nya.
Renat Sofie Andriani | 12 April 2018 10:01 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan masih mempertimbangkan opsi aksi militer AS melawan Suriah, setelah memberi peringatan potensi serangan rudal kepada Rusia dalam akun Twitter-nya.

Menurut sumber Bloomberg, Trump belum menetapkan rencana untuk melancarkan aksi balasan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad atas dugaan serangan gas kimia di luar Damaskus akhir pekan lalu.

Trump terlihat bertemu Menteri Pertahanan AS Jim Mattis pada Rabu (11/4/2018) waktu setempat, setelah menyampaikan peringatan kepada Rusia.

Sebelumnya, Trump mencuit bahwa hubungan AS dengan Rusia, aliansi Presiden Assad, belum pernah seburuk ini. Trump memperingatkan pemerintah Rusia untuk bersiap-siap atas datangnya serangan rudal AS di Suriah.

“Rusia bersumpah akan menembak jatuh semua rudal yang ditembakkan ke Suriah. Bersiaplah Rusia, karena mereka akan datang, dengan hebat dan “cermat!” Kalian tidak seharusnya bermitra dengan 'Gas Killing Animal' yang membunuh warganya dan menikmatinya!”, cuit Trump.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah pihak Arab Saudi mengatakan telah memintas rudal balistik di atas Riyadh serta menembak jatuh dua drone di bagian lain negara itu pada hari Rabu.

Pernyataan Trump pun membebani sentimen investor yang telah mencemaskan potensi perang. Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun di New York.

Turki, yang memiliki pasukan di Suriah, mencatatkan rekor pelemahan mata uang, sedangkan indeks saham Borsa Istanbul 100 membalik kenaikannya dan turun 1,3%. Indeks saham utama di Arab Saudi juga memperpanjang penurunannya.

“Hubungan AS dengan Rusia saat ini lebih buruk dari yang pernah terjadi sebelumnya, dan itu termasuk Perang Dingin,” lanjut Trump.

Pihak Gedung Putih mengungkapkan Trump akan mengoordinasikan respons dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Mattis, yang terlihat bersama Direktur CIA Mike Pompeo di Gedung Putih pada hari Rabu, menyatakan kesiapan untuk memberikan opsi militer jika tepat dilakukan.

Sementara itu, juru bicara Departemen Pertahanan AS Eric Pahon mengatakan serangan kimia menuntut tanggapan segera dari masyarakat internasional.

Risiko Konflik

Serangan terhadap aset-aset Rusia di Suriah, bahkan jika tidak disengaja, dapat menyebabkan risiko berbahaya yang berpotensi menyeret AS ke dalam konflik. Rusia telah memperkuat kemampuan pertahanan udara Suriah, dengan menempatkan deretan rudal S-400 setelah AS menyerang pangkalan Suriah setahun yang lalu.

“Risiko konflik militer antara Rusia dan AS di Suriah sangat tinggi,” kata Elena Suponina, analis Timur Tengah di Russian Institute of Strategic Studies, seperti dikutip Bloomberg.

“Jika Trump mengambil langkah ini dan warga Rusia dirugikan, reaksinya akan sangat keras,” katanya. Menurutnya, ancaman Moskow untuk menggunakan pertahanan udara demi menghancurkan rudal AS mewakili eskalasi atas responsnya terhadap serangan AS tahun lalu.

Diplomat Rusia Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia tetap meyakini tuduhan serangan senjata kimia adalah fiktif dan digunakan sebagai alasan untuk melancarkan tindakan militer.

“Kami tidak ambil bagian dalam diplomasi Twitter, kami adalah pendukung pendekatan serius,” ujar Peskov. “Kami masih percaya bahwa penting untuk tidak mengambil langkah yang dapat membahayakan situasi yang sudah rapuh di Suriah.”

“Terlepas dari retorika keras Trump, serangan lebih mungkin difokuskan pada pasukan di lapangan, para pelaku dugaan serangan kimia yakni pasukan Suriah, militan Hizbullah Lebanon, dan sekutu milisi yang didukung Iran,” kata Sami Nader, kepala Levant Institute for Strategic Affairs.

Bahkan saat ini, tambah Nader, sudah ada perang terbuka dengan Iran yang melibatkan AS dan Israel.

Antisipasi Serangan

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah organisasi yang berbasis di Inggris, mengatakan pasukan pemerintah Suriah telah mengosongkan bandara dan beberapa lokasi militer penting untuk mengantisipasi serangan yang dipimpin AS.

Eurocontrol, badan lalu lintas udara Eropa, meminta maskapai penerbangan untuk berhati-hati pada penerbangan ke kawasan Mediterania timur karena kemungkinan serangan udara di Suriah selama 72 jam ke depan.

Mantan Menteri Luar Negeri AS Madeleine Albright mengatakan kepada CNN pada hari Rabu meskipun tidak ada keraguan atas kesalahan Putin, ia mengkhawatirkan tentang tidak ada strategi.

“Ini adalah satu hal penting untuk mengambil tindakan mengenai masalah yang sangat mengerikan dari serangan kimia ini,” kata Albright. “Kita membutuhkan semacam strategi dan saya harap sedang ada pemikiran untuknya saat ini.”

Ini adalah kedua kalinya dalam satu tahun bagi AS bersiap melancarkan tindak militer di Suriah. Kali ini, Trump berada di bawah tekanan untuk melancarkan aksi lebih keras dan mengambil risiko lebih besar daripada serangan tahun lalu, yang hanya memukul satu pangkalan Suriah dan menyebabkan sedikit kerusa

Tag : Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top