Sinergi Antarkementerian Modal Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan sinergi antarkementerian merupakan hal penting dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
Dika Irawan | 11 April 2018 23:26 WIB
Presiden Joko Widodo (dari kiri), memperlihatkan buku dan pin didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, saat pembukaan Industrial Summit 2018 dan peluncuran Making Indonesia 4.0 di Jakarta, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan sinergi antarkementerian merupakan hal penting dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

"Di sini pentingnya sinergi antar kementerian dan segala pihak, tidak seperti selama ini berjalan sendiri-sendiri," ungkap Nasir dalam rapat Implementasi Program Making Indonesia 4.0 di Gedung Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, pada Rabu (11/04/2018) dalam keterangan tertulis.

Rapat koordinasi ini melibatkan Menteri serta Pejabat Eselon I dan II dari 10 Kementerian dan Lembaga Negara antara lain Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Agus Widjojo dan tamu undangan lainnya.

Nasir menambahkan, Indonesia harus memanfaatkan peluang di era perubahan yang mengedepankan digitalisasi ini. "Era revolusi industri 4.0 ini harus dimanfaatkan. Jika tidak Indonesia akan tertinggal," tuturnya.

Dia pun berharap program Making Indonesia 4.0 memiliki tujuan yang akan dicapai seperti meningkatkan ekspor, meningkatkan investasi dan mengurangi kemiskinan yang berujung pada peningkatan kesejahteraan rakyat meningkat.

Dalam Implementasi Program Making Indoesia 4.0, langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan pembekalan dan pelatihan kepada 1000 peserta dari berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta seperti Kementerian/Lembaga, TNI/Polri, serta LSM. Untuk Training of Trainers (TOT) nya sendiri sebanyak 80 orang diharapkan bisa dilaunching di akhir April. Sementara pembekalan dan pelatihan diagendakan bisa dilaksanakan pada awal Juni.

Tag : Revolusi Industri 4.0
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top