Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masih Jadi Sumber Informasi, Radio Diyakini Tidak Akan Ditinggalkan

Radio menjadi salah satu sumber utama informasi yang penting bagi masyarakat dan memiliki jasa yang besar sebagai alat perjuangan rakyat Indonesia untuk melawan penjajah.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 09 April 2018  |  22:50 WIB
Masih Jadi Sumber Informasi, Radio Diyakini Tidak Akan Ditinggalkan
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Dewi Setyarini, saat bicara dalam Kongres III Asosiasi Radio Siaran Swasta Lokal Indonesia (ARSSLI) di Jakarta, Senin (9/4/2018). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-Radio menjadi salah satu sumber utama informasi yang penting bagi masyarakat dan memiliki jasa yang besar sebagai alat perjuangan rakyat Indonesia untuk melawan penjajah.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Dewi Setyarini, mengatakan dalam sejarahnya sebelum munculnya televisi, radio memiliki jasa besar sebagai alat perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah.

“Sejarah awal berdirinya radio milik anak bangsa dimulai dari lahirnya radio Solosche Radio Vereniging (SRV) pada 1 April 1933 atau 85 tahun yang silam di Solo,” katanya seperti dikutip dari situs resmi KPI Pusat, Senin (9/4/2018).

Dia dalam Kongres III Asosiasi Radio Siaran Swasta Lokal Indonesia (ARSSLI) di Jakarta, Senin (9/4/2018), menjelaskan kelahiran SRV menjadi tonggak awal dari perjuangan rakyat Indonesia untuk mandiri dan lepas dari penjajah.

Untuk itu, lanjutnya, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, maka insan radio harus menjaga eksistensi media penyiaran itu sampai kapan pun dengan pendengar yang memiliki khalayaknya tersendiri. 

“Meskipun perubahan teknologi dan komunikasi serta media baru terjadi, radio tidak akan ditinggalkan masyarakat. Untuk itu tetap penting untuk mengorganisir komunitas radio agar eksistensi radio tetap terjaga,” ujarnya.

Dewi juga meminta para insan radio untuk mengawal proses perubahan Undang-Undang Penyiaran dengan harapan perubahannya dapat memajukan radio di Indonesia.

“Kita juga menunggu Kepres Hari Penyiaran Nasional yang tinggal menunggu tanda tangan presiden. Ini juga harus diadvokasi bersama sebagai wujud perhatian serius pemerintah atas eksistensi penyiaran termasuk radio di Indonesia,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

informasi radio
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top