MAKI Nilai Wisnu Baroto Pantas Jabat Deputi Penindakan KPK

Perkumpulan Masyarakat Antikorupsi Indonesia mendukung pencalonan Wisnu Baroto sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
MG Noviarizal Fernandez | 27 Maret 2018 16:32 WIB
Empat pemanjat profesional membentangkan spanduk yang bertuliskan "Berani Lapor Hebat" di gedung KPK C1 Jalan HR Rasuna Said, Jakarta (26/3/2018). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Kabar24.com, JAKARTA - Perkumpulan Masyarakat Antikorupsi Indonesia mendukung pencalonan Wisnu Baroto sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Boyamin Saiman, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), mengatakan calon Deputi KPK nampaknya mengerucut pada tiga nama yakni Firli Kapolda NTB, Jaksa Wisnu Baroto dan Jaksa Witono.

Berdarkan kajian MAKI, lanjutnya, Wisnu Baroto paling tepat menduduki jabatan ini karena dia memiliki segudang pengalaman, yakni pernah bertugas jadi jaksa KPK dan menyelesaikan tugasnya dengan baik dan tidak ada catatan cacat dan tercela.

"Setelah bertugas di KPK kemudian kembali di Kejaksaan Agung mulai Kajari, Asisten di Kejaksaan Tinggi dan sekarang Direktur Eksekusi di Jampidsus Kejagung. Dalam menjalankan tugas di Kejagung terbilang cukup baik dan tidak ada catatan buruk," ujarnya, Selasa (27/3/2018).

Wisnu, lanjutnya, juga pernah bertugas sebagai Asisten Deputi Menteri Koordinator Politik Hukum. Jabatan ini, tuturnya, telah memberikan bekal kepada Wisnu Baroto tentang politik nasional yang dibutuhkan untuk lebih paham politik hukum sehingga layak untuk menjadi pemimpin level Deputi di KPK.

MAKI pernah berhadapan dengan Wisnu Baroto mewakil KPK atau Kejagung dalam sidang praperadilan perkara korupsi di KPU dan BLBI, di mana MAKI belum pernah menang melawan Wisnu Baroto. Justru, meski MAKI memberi apresiasi bahwa Wisnu Baroto cakap sebagai jaksa dan atas pengalaman penugasan berbagai jabatannya maka layak menjadi Deputi KPK.

"MAKI siap bertanding lagi dengan Wisnu Baroto dalam praperadilan ke depannya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan," pungkasnya.

Tag : kpk
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top