Bank Wakaf Mikro Tekan Kesenjangan Sosial

Pemerintah mendorong pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah serta ultra mikro dengan membentuk Bank Wakaf Mikro di berbagai daerah.
Nurudin Abdullah | 27 Maret 2018 21:38 WIB
Pekerja UMKM melakukan proses pembuatan tahu di Jakarta. Ilustrasi. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA-Pemerintah mendorong pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah serta ultra mikro dengan membentuk Bank Wakaf Mikro di berbagai daerah.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Rosarita Niken Widiastuti, mengatakan pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pembentukan Bank Wakaf Mikro (BWM) untuk memperluas akses keuangan bagi masyarakat.

“Dengan semakin luasnya akses keuangan, maka program BWM ini tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan,” katanya, Selasa (27/3/2018).

Dia dalam diskui Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk “Bank Wakaf Mikro untuk masyarakat,” di kantor Kemkominfo, Jakarta, juga menegaskan upaya mengentaskan kemiskinan merupakan salah satu fokus utama pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla

Menurutnya, pemerintah sejak 3 tahun terakhir telah mengurangi kemiskinan sehingga angkanya telah menurun, yakni pada 2015 sebesar 11,1% kemudian turun pada 2017 menjadi 10,12%.

“Menurunnya angka kemiskinan tersebut sejalan dengan menurunnya angka kesenjangan di Indonesia,” tegasnya.

Niken mengatakan kerja keras pemerintah juga berhasil menurunkan kesenjangan, dari rasio 0,41 pada 2015 pada 2017 menurun di angka 0,391. Artinya, dalam 3 tahun itu pemerintah telah menurunkan angka kemiskinan.

Untuk itu, lanjutnya, kehadirnya BWM diharapkan dapat semakin menurunkan kemiskinan dan kesenjangan tersebut.

Dia juga mengungkapkan berdasarkan data OJK, per 2 Maret 2018 sudah ada 10 BWM pada Pilot Project I dan 10 BWM pada Pilot Project II, yang memiliki 2.784 nasabah dengan total nilai pembiayaan yang telah disalurkan Rp2,44 miliar.

Tag : bank, kemiskinan
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top