Golkar Disarankan Segera Ajukan Calon Wakil Presiden

Direktur Eksekutif lembaga kajian Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengimbau Golkar segera mengajukan calon Wakil Presiden untuk mendongkrak elektabilitas partai.
Newswire | 23 Maret 2018 14:35 WIB
Pengamat Politik Charta Politika Yunarto Wijaya (tengah) didampingi Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz (kiri) Moderator Almas Safrina (kanan) memegang Bakpao sebelum menjadi pembicara dalam Diskusi Media dan Syukuran Makan Bakpao di Kantor ICW, Jakarta, Selasa (21/11). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif lembaga kajian Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengimbau Golkar segera mengajukan calon Wakil Presiden untuk mendongkrak elektabilitas partai.

"Saya tidak tahu ini bagian dari strategi atau tidak, tapi ketika Golkar tidak menempatkan posisinya secara kuat di Pilpres itu akan menjadi faktor penghambat untuk melaju kencang," kata Yunarto Wijaya seusai memberikan pemaparan hasil survei elektabilitas Golkar di Rakernas Golkar di Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Yunarto yang akrab disapa Toto melihat Golkar menganut prinsip pelan tapi pasti. Namun, jika melihat dua partai pendukung pemerintah yakni PKB dan PPP keduanya sudah lebih gencar mengajukan ketua umumnya sebagai cawapres.

"Kalau kita lihat, lebih 'alon-alon asal kelakon' Golkar ini. Tidak segesit atau sekencang lari dari misalnya PKB yang sudah mengajukan ketum sebagai cawapres, billboard dari mas Romahurmuziy Ketum PPP juga sudah mulai banyak," ujar Toto.

Toto menilai Golkar merupakan partai kedua terbesar dalam partai pendukung Jokowi yang secara logika pantas dan berhak untuk ikut bertarung dalam merebutkan posisi cawapres.

Menurut dia dengan menempatkan kader terbaiknya dalam bursa cawapres, maka sebuah partai akan mendapat dorongan elektoral yang besar.

Sementara itu, jika menimbang nama Airlangga Hartarto untuk diusulkan sebagai cawapres Jokowi, Toto memandang Airlangga merupakan tokoh teknokrat yang patut diperhitungkan.

"Harus diakui pak Airlangga bukan sosok yang kuat secara elektoral, tapi memiliki kemampuan teknokrat. Dia bukan sosok seperti Gatot, bukan Anies yang memiliki modal elektoral, tapi dia sosok setengah teknokrat dan politisi yang patut diperhitungkan," jelas Toto.

Dia mengatakan sejatinya Jokowi memang tidak membutuhkan pendamping yang dapat menggenjot elektoralnya. Sebab selama ini tidak ada tokoh yang betul-betul bisa mengangkat nama Jokowi dengan sangat tinggi.

Toto memandang Jokowi besar karena kinerjanya sendiri. Oleh karenanya elektabilitas pendamping Jokowi nantinya bukan sebuah hal yang menjadi sangat penting.

"Artinya sebenarnya Jokowi bukan membutuhkan sosok yang bisa mendongkrak elektabilitas karena faktor kinerja jauh lebih penting. Yang penting bagaimana chemistry dan loyalitas lima tahun ke depan. Oleh karenanya nama pak Airlangga yang setengah teknokrat dan politisi patut diperhitungkan," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan partainya baru akan membahas soal cawapres setelah perhelatan Pilkada Serentak 2018 selesai.

Sumber : Antara

Tag : Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top