Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelaku Pemboman Texas Tewas Setelah Meledakkan Diri

Pelaku serangkaian bom di Texas, AS meledakkan dirinya sendiri di dalam mobil ketika dikejar polisi.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  06:09 WIB
Aparat keamanan menyelidiki mobil Mark Conditt, pelaku serangkaian aksi pemboman di Texas, AS, setelah meledakkan dirinya sendiri di dalam mobil, Rabu (21/3). - Reuters/Loren Elliott
Aparat keamanan menyelidiki mobil Mark Conditt, pelaku serangkaian aksi pemboman di Texas, AS, setelah meledakkan dirinya sendiri di dalam mobil, Rabu (21/3). - Reuters/Loren Elliott

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaku serangkaian bom di Texas, AS meledakkan dirinya sendiri di dalam mobil ketika dikejar polisi.

Pelaku bernama Mark Conditt, seorang pria pengangguran berusia 23 tahun dari Pflugerville, dekat Austin, Texas. Pada Selasa (20/3/2018) malam, pihak kepolisian telah mendakwanya dengan tuduhan memiliki dan mendistribusikan alat peledak.

Ketika polisi mengetahui keberadaannya di sebuah hotel, Conditt melarikan diri bersama mobilnya. Mengetahui polisi mengikutinya, dia menepikan mobil ke pinggir jalan dan meledakkan bom yang ada di dalam mobil, Rabu (21/3) waktu setempat.

Seperti dilansir dari Reuters, Kamis (22/3), bom tersebut menewaskan Conditt.

Namun, pihak kepolisian meminta masyarakat tetap waspada karena ada kemungkinan dia telah menyimpan atau mengirim paket berisi bom lainnya. Aparat yang menggeledah rumah Conditt menemukan komponen bom yang sama dengan yang digunakannya dalam bom parsel.

"Saya tidak akan menyebutnya sebagai pabrik bom, tapi jelas ada komponen-komponen yang konsisten dengan apa kami lihat di perangkat peledak lainnya," ungkap agen Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms and Explosives (ATF) Fred Milanowski.

Tim penyelidik juga menahan dua teman serumah Conditt. Satu di antaranya telah dibebaskan, tapi satu orang lainnya masih diinterogasi.

Conditt merupakan dalang di balik serangkaian aksi pemboman di Austin, yang terjadi sejak awal Maret 2018. Bom-bom itu disimpan di dalam paket.

Tercatat dua orang tewas dan enam orang luka-luka akibat serangkaian bom parsel tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Teror Bom

Sumber : Reuters, BBC

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top