Kejahatan Hacker: PPATK Diminta Telusuri Aliran Dana Surabaya Black Hat

Mabes Polri akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana yang masuk ke rekening kelompok Surabaya Black Hat (SBH) guna mendalami sumber dana kelompok peretas itu.
Sholahuddin Al Ayyubi | 20 Maret 2018 14:29 WIB
Kejahatan online - Ilustrasi/mirror.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA – Mabes Polri akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana yang masuk ke rekening kelompok Surabaya Black Hat (SBH)‎ guna mendalami sumber dana kelompok peretas itu.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto ‎mengemukakan tim penyidik Kepolisian telah mengirimkan surat resmi ke PPATK untuk‎ meminta bantuan menelusuri aliran dana yang masuk pada rekening tiga orang pelaku berinisial NA, ATP, dan KPS untuk mengetahui sumber dana para pelaku dalam meretas ratusan situs di sejumlah negara. Menurutnya, setelah ada hasil laporan analisa dari PPATK, tim penyidik kemudian akan menelusuri nama lain yang diduga terlibat dalam perkara dugaan tindak pidana siber tersebut.

"Tim penyidik sudah menyurati PPATK secara resmi untuk memantau rekening ini. Nanti kalau sudah keluar laporan hasil analisanya, penyidik akan mendalami siapa saja yang terlibat dan di cek lagi kebenaran sumber itu," tuturnya Selasa (20/3/2018).

Dia menduga para peretas tersebut bekerja secara independen tanpa ada pesanan dari siapapun. Menurutnya, setelah melakukan peretasan, para pelaku biasanya akan langsung memeras korban untuk meminta uang, artinya ada motif ekonomi yang dilakukan para peretas tersebut.

"Hacker kan mereka biasanya kerja sendiri yang ujungnya itu pemerasan kepada korbannya," katanya.

Dia optimistis tim penyidik Kepolisian dapat mengusut tuntas kasus itu dan meringkus nama-nama lain yang terlibat setelah ada laporan hasil analisa dari PPATK.

"Tunggu saja, tim penyidik masih bekerja untuk mengusut tuntas kasus itu," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hacker

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top