Rusia Balik Mengusir 23 Diplomat Inggris

Rusia balik mengusir 23 diplomat Inggris terkait serangan terhadap mantan agen rahasia Negeri Beruang Merah pada awal bulan ini.
Annisa Margrit | 18 Maret 2018 07:01 WIB
Sergei Skripal berdiri di balik jeruji di ruang tahanan pengadilan Moskow, Agustus 2006. - kyivpost.com/Press Service of Moscow District Millitary Court

Bisnis.com, JAKARTA -- Rusia balik mengusir 23 diplomat Inggris terkait serangan terhadap mantan agen rahasia Negeri Beruang Merah pada awal bulan ini.

BBC melansir Minggu (18/3/2018), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia menyatakan para staf diplomatik Inggris akan diusir dari Moskow dalam waktu sepekan. Hal ini dilakukan sebagai respons atas pengusiran 23 diplomat Rusia dari Inggris pada awal pekan ini.

Pemerintahan Vladimir Putin juga akan menutup British Council, lembaga yang bergerak di promosi budaya kedua negara, di Rusia dan Konsulat Inggris di St. Petersburg.

Hal itu disampaikan kepada Duta Besar Inggris di Rusia Laurie Bristow, yang dipanggil ke Kemlu Rusia pada Sabtu (17/3). Setelah pertemuan tersebut, Bristow menyatakan Inggris tidak berselisih dengan warga Rusia dan akan selalu melakukan apa yang diperlukan untuk mempertahankan diri.

Rusia telah membantah terlibat dalam serangan terhadap Sergei Skripal, dan putrinya Yulia, pada Minggu (4/3). Keduanya ditemukan tak sadarkan diri di dekat pusat perbelanjaan di Salisbury, setelah terpapar racun mematikan yang kemudian diketahui bernama Novichok.

Juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova mengatakan racun itu kemungkinan besar berasal dari Inggris, Republik Ceko, Slowakia, Swedia, atau AS. Menurutnya, negara-negara itu telah melakukan penelitian intensif terhadap Novichok sejak era 1990-an.

Hal ini balik dibantah oleh masing-masing negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rusia

Sumber : BBC
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top