Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kolaborasi Grab dan Uber di Asia Tenggara Makin Dekat

Perusahaan layanan transportasi daring, Grab, semakin mendekati tahap finalisasi untuk mengakuisisi bisnis Uber Technologies Inc., di wilayah Asia Tenggara.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 08 Maret 2018  |  21:47 WIB
Logo angkutan online Grab - Reuters/Edgar Su
Logo angkutan online Grab - Reuters/Edgar Su

Kabar24.com, JAKARTA - Perusahaan layanan transportasi daring, Grab, semakin mendekati tahap finalisasi untuk mengakuisisi bisnis Uber Technologies Inc., di wilayah Asia Tenggara.

Sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan penandatanganan kesepakatan itu diharapkan terlaksana pada pekan ini atau pekan depan.

Lebih lanjut dia mengatakan Grab akan membeli wilayah operasional Uber di pasar tertentu di Asia Tenggara. Sementara itu Uber akan mengambil saham Grab.

Di bawah skenario yang sesuai dengan syarat dan proposal perjanjian, sumber tersebut juga mengatakan Uber akan mendapatkan penawaran kepemilikan saham yang cukup tinggi atau sekitar 20%.

Grab secara terpisah telah membahas dengan pemilik saham lainnya termasuk SoftBank Group Corp., dan investor baru untuk penambahan modal.

Berdasarkan CB Insights, nilai valuasi Grab saat ini setidaknya mencapai US$6 miliar. Namun demikian, pembahasan saat ini mungkin masih bisa berubah karena perubahan syarat dan waktu.

Sementara itu, manajemen Grab dan Uber masih enggan memberikan komentar terkait aksi tersebut.

Bagi pendiri dan direktur utama Grab Anthony Tan, gencatan senjata seperti ini akan mengakhiri perang antara pimpinan bisnis layanan transportasi daring di Asia Tenggara. Seperti diketahui, kedua perusahaan ini telah lama berebut kontrol atas kota-kota di Asia Tenggara yang merupakan rumah bagi 620 juta jiwa.

Presiden Direktur Uber yang baru, Dara Khosrowshahi telah dipercaya untuk bisa membersihkan keuangan perusahaannya dan bersiap untuk penerbitan saham perdana (IPO) tahun depan.

Sekadar informasi, keluar dari pasar seperti Asia Tenggara akan meningkatkan profit perusahaan yang telah hilang lewat US$10,7 miliar sejak didirikan sembilan tahun lalu.

Khosrowshahi memberikan sinyal pada saat perjalanannya ke Asia bulan lalu bahwa dia berkomitmen untuk mengincar pasar di Jepang dan India.

Adapun, Zafar Momin, profesor di Nanyang Technological University lebih memuji Grab karena lebih mampu mengeksekusikan bisnis mereka dengan baik di region ini.

 “Mereka [Grab] mengerti konteks lokal dengan baik. Sementara Uber hanya sekadar meniru apa yang mereka lakukan di tempat lain dan beradaptasi sedikit [di Asia Tenggara],” katanya.

 Saat in, Grab telah memiliki lebh dari 81 juta pengunduh aplikasi ponselnya dengan melayani 178 kota di Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Tahiland, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Grab Taxi taksi uber
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top