Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Afghanistan Percaya Indonesia Bisa Wujudkan Perdamaian

Indonesia diminta menjadi mediator oleh pemerintah Afghanistan dalam mewujudkan perdamaian di negeri yang sudah 40 tahun dlanda konflik tersebut. Di sisi lain, pemerintah Afghanistan pun ingin memperkuat kerjasama dengan pemerintah Indonesia
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 06 Maret 2018  |  13:48 WIB
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bersama tamu konferensi kerjasama perdamaian dan keamanan di Kabul, Rabu (28/2/2018). Nomor dua dari kiri adalah Wapres Jusuf Kalla. - Reuters
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bersama tamu konferensi kerjasama perdamaian dan keamanan di Kabul, Rabu (28/2/2018). Nomor dua dari kiri adalah Wapres Jusuf Kalla. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Indonesia diminta menjadi mediator oleh pemerintah Afghanistan dalam mewujudkan perdamaian di negeri yang sudah 40 tahun dlanda konflik tersebut. Di sisi lain, pemerintah Afghanistan pun ingin memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Indonesia.

Sebelumnya, perwakilan kedua negara sudah saling berkunjung untuk membahas masalah tesebut. Terbaru, Wakil Presiden Jusuf Kalla berkunjung ke Afghanistan pada 27 Februari hingga 1 Maret 2018.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Pemerintah Afghaniastan pun meminta pemerintah Indonesia untuk membantu pembangunan kapasitas. Hal itu juga dilakukan dalam konteks membangun perdamaian.

“Jadi memang ada permintaan khusus dari Afghanistan ke Indonesia, antara lain di bidang mining dan kita sepakat berikan beasiswa di bidang mining untuk Afghanistan. Selain itu yang secara khusus diminta capacity building di bidang ekspor impor,” katanya, Selasa (6/3/2018).

Hal itu, kata dia, dalam konteks memperkuat kemampuan ekonomi Afghanistan. Afghanistan merasa perlu meningkatkan daya saing produk-produknya dengan belajar kepada Indonesia.

“Oleh karena itu mereka minta Indonesia membantu empowering private sector-nya agar barang-barang Afghanistan mampu memiliki daya saing lebih baik dari sebelumnya. Itu fokus kita saat ini,” tutur Retno.

“Indonesia diminta karena dinilai sebagai negara netral tidak memiliki kepentingan langsung baik politik maupun ekonomi. Indonesia juga negara muslim paling besar dan punya track record bagus diperdamaian. Itu menjadikan Afghanistan meminta Indonesia bekrontribusi baik di bidang peace building maupun peace process,” lanjut Retno.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menlu
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top